News Update

DPR Ingatkan Penghapusan Tantiem Jangan Ganggu Kinerja Komisaris BUMN

Jakarta – Penghapusan tantiem bagi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disambut positif oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah tepat dan tidak akan memengaruhi kinerja komisaris BUMN ke depan.

“Jangan sampai penghapusan tantiem ini memberikan pengaruh terhadap kinerja bapak-bapak semuanya,” ujar Ismail dalam Rapat Dengar Pendapat dengan sejumlah direksi Bank BUMN, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat, 22 Agustus 2025.

Politisi Fraksi PKS ini juga menyoroti kebiasaan dalam birokrasi yang kerap mengganti istilah tanpa mengubah substansi.

“Kadang kala di birokrasi ini kita hanya terbiasa mengganti istilah, Pak. Nanti yang akan menjalani proses ini bahwa semuanya jangan sampai tantiem dihapus, ada istilah penggantian lain,” tegasnya.

Baca juga: Danantara Pastikan Aturan Tantiem Direksi-Komisaris BUMN Sudah Berlaku

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyatakan, aturan mengenai pemberian tantiem atau insentif bagi direksi dan komisaris BUMN telah resmi berlaku.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Danantara Indonesia Nomor S-063/DI-BP/VII/2025 tanggal 30 Juli 2025.

Rosan menegaskan, aturan tersebut memastikan jajaran komisaris BUMN tidak lagi memperoleh tantiem atau insentif apa pun.

“Jadi memang, komisaris tidak mendapatkan tantiem sama sekali,” tegasnya.

Baca juga: Breaking! Danantara Melarang Komisaris BUMN Dapat Tantiem dan Jatah Insentif Direksi Dikurangi

Sementara itu, tantiem bagi direksi hanya diberikan berdasarkan kinerja operasional atau pendapatan perusahaan.

“Untuk direksi, perhitungan tantiemnya hanya didasarkan dari operasional atau pendapatan,” jelasnya.

Instruksi Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan agar Danantara menghapus tantiem bagi direksi BUMN yang merugi.

“Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp40 miliar setahun. Saya juga telah perintahkan ke Danantara, direksi pun tidak perlu tantiem kalau rugi, dan untungnya harus untung benar, jangan untung akal-akalan,” kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo Hapus Tantiem Komisaris-Direksi BUMN: Kalau Keberatan, Berhenti!

Selain itu, Prabowo juga menekankan perlunya reformasi tata kelola BUMN, termasuk pembatasan jumlah komisaris maksimal enam orang.

“Saya memberi tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk membereskan BUMN-BUMN kita. Tadinya, pengelolaannya secara, tidak masuk akal. Perusahaan rugi, komisarisnya banyak banget. Saya potong setengah, komisaris paling banyak 6 orang, kalau bisa cukup 4 atau 5,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

50 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

8 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

11 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

12 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

12 hours ago