News Update

DPR Belum Siap, Keputusan RAPBN 2018 Ditunda

Jakarta — Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah dalam rapat kerjanya kemarin telah menyetujui keputusan untuk menunda pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.

Ketua Banggar DPR RI Aziz Syamsudin menilai, penundaan pembahasan serta keputusan tersebut karena adanya beberapa komisi yang belum menyelesaikan pembahasan di antaranya yakni Komisi I, III dan VI. Dirinya juga menyebut, para komisi tersebut masih memiliki waktu untuk lakukan pembahasan internal perkomisi.

“Waktu masih tersisa sampai 23.30 WIB untuk setiap komisi membahas. Masih tersisa 9 jam hari ini untuk komisi. Karena kalau kami lanjutkan komisi masuk sore sulit,” ungkap Aziz di Kompleks DPR-MPR, Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

Baca juga : Akhirnya DPR Setujui RUU ABPB 2018

Menanggapi penundaan tersebut, Sri Mulyani yang mewakili pemerintahan ikut mendukung dan mengikuti prosedur dari pihak dewan dan akan menjalankan keputusan tersebut.

“Kami sangat mendukung adanya proses politik yang sekomplit mungkin. Menunggu tiga komisi selesaikan pembahasannya dengan counterpart-nya tentu sesuatu hal yang sangat baik,” ungkap Sri Mulyani. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

19 mins ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

1 hour ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

2 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

3 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

4 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

4 hours ago