Jakarta – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR-RI) menilai, penyaluran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) ke PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk pengembangan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) rakyat berpotensi mengalami duplikasi biaya.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Anggota Banggar DPR, Anna Muawanah di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 25 September 2017. “Penyaluran PMN ke Multigriya Finansial disinyalir akan mengalami duplikasi cost. Karena, penyalurannya ini memanfaatkan pihak ketiga sebagai penerima dana PMN,” ujarnya.
Dirinya menyarankan, penyaluran dana PMN untuk pengembangan perumahan MBR bisa menyasar ke lembaga perbankan BUMN yang dinilai bisa secara efektif memanfaatkan dana PMN tersebut. “Kenapa harus melalui pihak ketiga? Seharusnya bisa langsung saja ke bank BUMN, sehingga tidak ada duplikasi cost,” tegas Anna.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menambahkan, bahwa sinyalemen terkait potensi duplikasi biaya oleh SMF sebagai penerima PMN dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 tidak beralasan.
“Karena, SMF menggunakan dua metode dalam pemanfaatan dana PMN. Pertama, SMF melakukan sekuritisasi terhadap kredit perbankan yang hasilnya bisa kembali dipakai oleh bank bersangkutan. Metode kedua, dengan memberikan pinjaman,” ucanya.
Dia mengungkapkan, pemberian PMN ke SMF justru memberikan peluang bagi perusahaan BUMN itu untuk mengembangkan dana melalui pasar modal. “Kami sedang merumuskan skema lainnya. Dan, PMN untuk SMF tidak ada pada RAPBN 2018. PMN di APBN 2017 untuk pembangunan perumahan MBR,” tutupnya. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More