Keuangan

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting

  • Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan peserta meningkat 12,3% menjadi lebih dari 29 ribu orang.
  • SiPURNA by DPLK Avrist diperkuat sebagai aplikasi dana pensiun digital end-to-end untuk memperluas inklusi, terutama bagi pekerja informal.
  • Sekitar 81% pekerja belum punya perlindungan pensiun, sehingga DPLK Avrist melihat peluang besar mendorong inklusi pensiun nasional melalui transformasi digital.

Jakarta – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist mencatat total aset kelolaan sebesar Rp1,32 triliun hingga Desember 2025. Angka tersebut tumbuh 9,24 persen secara tahunan, seiring peningkatan jumlah peserta sebesar 12,3 persen menjadi lebih dari 29 ribu orang.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, DPLK Avrist memperkuat komitmen memperluas inklusi dana pensiun melalui SiPURNA by DPLK Avrist, aplikasi dana pensiun digital end-to-end yang dirancang untuk memberikan pengalaman perencanaan pensiun yang lebih personal dan fleksibel, khususnya bagi pekerja informal.

Ketua Pengurus DPLK Avrist, Firmansyah, menyampaikan bahwa SiPURNA hadir sebagai solusi yang mudah diakses masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera.

“SiPURNA by DPLK Avrist ini menegaskan komitmen kami sebagai pionir transformasi digital di industri dana pensiun Indonesia. Kami harapkan SiPURNA by DPLK Avrist ini menjadi simpanan pensiun sempurna untuk masa purna yang sejahtera,” kata Firmansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca juga: Perluas Akses Investasi, Produk DPLK Sucor AM Kini Dipasarkan di Aplikasi Bibit

Firmansyah juga menambahkan, kebutuhan masyarakat untuk perencanaan dana pensiun saat ini masih sangat tinggi khususnya dari kalangan pekerja informal.

Mayoritas Pekerja Belum Miliki Perlindungan Pensiun

Peluang itu tecermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2025 sebanyak 154 juta orang, dengan sekitar 57,80 persen di antaranya bekerja di sektor informal.

“Data menunjukkan bahwa pekerja informal termasuk UMKM mendominasi angkatan kerja di Indonesia yakni hampir 60 persen dan hanya 18,89 persen yang memiliki perlindungan pensiun, artinya masih ada sekitar 81 persen pekerja yang belum memiliki perlindungan pensiun, dan mereka inilah yang ingin kami jangkau melalui kehadiran SiPURNA by DPLK Avrist,” imbuhnya.

Baca juga: Persiapan Pensiun Sejak Dini, Ini Cara Simpel Menghitung Dana yang Dibutuhkan

Transformasi Digital Industri Pensiun

Adapun SiPURNA by DPLK Avrist menjadi salah satu pionir aplikasi digital yang secara khusus dirancang untuk layanan dana pensiun di tengah perkembangan industri DPLK.

Aplikasi ini memungkinkan masyarakat merencanakan pensiun secara holistik, mulai dari perencanaan awal, simulasi kebutuhan dana, pemantauan pertumbuhan saldo, hingga strategi pencapaian tujuan masa purna hidup.

Baca juga: Tak Ada Aliran Dana: KPK Mencari “Pepesan Kosong” Kasus Iklan Bank BJB, Seluruh Harta Disita hingga Rekening Pensiun pun Diblokir

Pendekatan tersebut menciptakan pengalaman digital yang lebih personal, relevan, dan berorientasi pada hasil

“Peluncuran SiPURNA sekaligus memperkuat peran DPLK Avrist dalam mendorong transformasi digital industri pensiun nasional serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Firmansyah. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

2 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

2 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

3 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

4 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

5 hours ago