Perbankan

DPK Perbankan Naik Dua Digit, BI: Capai Rp9.467 Triliun per Desember 2025

Poin Penting

  • DPK perbankan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp9.467,6 triliun per Desember 2025, didorong giro dan deposito.
  • DPK korporasi menguat signifikan dengan pertumbuhan 18,2 persen yoy, sementara perorangan tumbuh 2,8 persen yoy.
  • Penyaluran kredit meningkat 9,3 persen yoy menjadi Rp8.448,1 triliun, dengan kredit investasi tumbuh paling tinggi.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada Desember 2025 mencapai Rp9.467,6 triliun atau tumbuh 10,4 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 8,5 persen yoy.

Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan simpanan berjangka yang masing-masing tumbuh 18,6 persen yoy dan 5,6 persen yoy. Pada bulan sebelumnya, giro dan simpanan berjangka tumbuh masing-masing 12,8 persen yoy dan 4,7 persen yoy.

Sementara itu, tabungan tumbuh 8,3 persen yoy, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 8,9 persen yoy.

Baca juga: BI Catat DPK Perbankan Tumbuh 8,5 Persen Jadi Rp9.217,9 Triliun

Berdasarkan golongan nasabah, kenaikan DPK terutama didorong oleh pertumbuhan DPK korporasi yang tumbuh18,2 persen yoy dan DPK perorangan sebesar 2,8 persen yoy. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh 14,6 persen yoy dan 2,7 persen yoy.

Penyaluran Kredit Meningkat

Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp8.448,1 triliun atau tumbuh 9,3 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen yoy.

Adapun penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan masing-masing tumbuh 14,6 persen yoy dan 3,1 persen yoy.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Desember 2025 tumbuh 4,4 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen yoy. Pertumbuhan KMK terutama berasal dari sektor listrik, gas, dan air bersih serta sektor konstruksi.

Baca juga: BI Tawarkan Insentif 5,5 Persen DPK agar Bank Cepat Turunkan Suku Bunga Kredit

Sementara itu, Kredit Investasi (KI) tumbuh kuat sebesar 20,5 persen yoy, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 17,8 persen yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta sektor industri pengolahan.

Adapun Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 6,4 persen yoy, sedikit melambat dibandingkan November 2025 yang tumbuh 7,2 persen yoy, didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit multiguna. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

333 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.361

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,61 persen ke level 8.361,11 (dari 8.310,22). Sebanyak 333 saham… Read More

2 mins ago

Aliansi BEM UI Menentang Pernyataan Purbaya saat Wisuda UI, Ini Pernyataan Sikapnya

Poin Penting BEM se-UI merespons orasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di wisuda Universitas Indonesia soal… Read More

1 hour ago

IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BUVA, COIN hingga PANI

Poin Penting IHSG berpeluang menguat ke 8.377–8.440 jika bertahan di atas 8.172, dengan risiko koreksi… Read More

2 hours ago

Transaksi Bank Emas 33,7 Ton, Laba Pegadaian Naik 42,6 Persen di 2025

Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More

13 hours ago

IMF Usul RI Naikkan Pajak Karyawan, Begini Kata Menkeu Purbaya

Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More

13 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Belum Ada Figur yang Kompeten

Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More

14 hours ago