Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan memberikan apresiasi kepada nasabah prioritas dan private yang telah setia bersama BTN
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat strategi penghimpunan dana dan pengembangan investasi nasabah di daerah, termasuk Pontianak yang mencatatkan pertumbuhan solid sepanjang 2025.
Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Rully Setiawan mengungkapkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN di Pontianak mencapai Rp 444 miliar pada akhir 2025, naik dari Rp 397 miliar pada akhir 2024.
“Kinerja bisnis BTN di Pontianak menunjukkan pertumbuhan yang konsisten,” ujar Rully dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca juga: BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya
Dari sisi struktur pendanaan, komposisi dana murah (CASA) juga menguat dari Rp 103 miliar pada 2024 menjadi Rp132 miliar pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan struktur likuiditas yang dinilai semakin sehat dan efisien.
Sementara itu, Fund Under Management (FUM) BTN di Pontianak tumbuh 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dari Rp 587 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp693 miliar pada akhir 2025.
Baca juga: Super! Laba Bersih BTN Meroket di Atas 500 Persen pada Januari 2026
Menurut Rully, peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN sekaligus menunjukkan strategi consumer banking yang lebih seimbang antara pembiayaan dan pendanaan mulai membuahkan hasil.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN,” jelasnya.
Secara nasional, kinerja BTN sepanjang 2025 juga menunjukkan penguatan fundamental. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen YoY. Total aset BTN mencapai Rp 527,8 triliun, naik 12,4 persen YoY.
Baca juga: Bidik Laba Rp4 Triliun di 2026, BTN Perkuat Layanan Wealth Management
Rully optimistis prospek ekonomi nasional pada 2026 akan lebih baik, terutama pada semester II. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5 persen dengan inflasi yang tetap terjaga.
Ia menambahkan, transformasi BTN saat ini difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, termasuk menjaga likuiditas dan struktur pendanaan yang solid sebagai fondasi ekspansi consumer banking dan pengembangan wealth management di berbagai daerah. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More