Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., memperkenalkan platform digital kredit mikro terbaru yaitu, Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet). Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, Mandiri Pintar bertujuan untuk mendorong pertumbuhan yang sedang terdampak pandemi.
“Mandiri Pintar merupakan inovasi Bank Mandiri dalam mendigitalisasi pengajuan kredit mikro produktif agar mampu menggairahkan bisnis segmen UMKM,” jelas Royke dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.
Royke menjelaskan, melalui Mandiri Pintar, nasabah karena proses cepat dapat memproses pengajuan kreditnya dengan lebih cepat, hanya 15 menit setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur. Dengan demikian, nasabah tidak perlu direpotkan lagi dengan permintaan data dan dokumen.
“Aplikasi ini juga dapat melayani pengajuan kredit mikro produktif baru maupun top up kredit mikro produktif eksisting,” ujar Royke.
Dengan Mandiri Pintar, nasabah tidak perlu mendatangi kantor cabang Bank Mandiri untuk mengajukan kredit mikro. Tenaga pemasar mikro Bank Mandiri, saat ini sudah mencapai lebih dari 6.700 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka dapat memproses kredit langsung dari lokasi nasabah berada.
Layanan mikro digital platform, Mandiri Pintar juga menjadi salah satu inisiatif Bank Mandiri dalam mendukung upaya pemerintah dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya melalui penyaluran kredit mikro produktif.
Sebagai informasi, sejak tahun 2008, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR kepada sekitar 1,65 juta Debitur dengan jumlah kredit mencapai Rp 97,65 triliun. Selain KUR, selama tahun 2020, Bank Mandiri juga telah menyalurkan KUM kepada 301.453 debitur dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun. (*) Evan Yulian Philaret
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More