Jakarta – Guna mendukung Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggandeng empat perusahaan yakni PT Pindad, PT Pupuk Indonesia, PT Lion Air, PT Sarana Global Utama, dan PT Patrajasa.
Kerja sama yang dilakukan oleh kelima perusahaan ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan oleh direksi masing-masing perusahaan.
Direktur Bank BTN Handayani mengatakan, melalui kerja sama ini, karyawan Pindad, Pupuk Indonesia, Lion Air, dan Patrajasa bisa mendapatkan pembiayaan perumahan dari Bank BTN baik dengan skema syariah (KPR BTN iB) maupun konvensional.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain memberikan fasilitas pembiayaan perumahan, kemitraan antara Bank BTN dengan empat perusahaan ini juga bertujuan untuk pemanfaatan layanan dana dan jasa perbankan lainnya yang dimiliki Bank BTN.
“Setidaknya, kami membidik akan ada 4.600 karyawan dari empat perusahaan tersebut yang dapat menikmati layanan perbankan terutama KPR BTN,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2017.
Menurutnya, potensi karyawan dari empat perusahaan tersebut, terdiri atas karyawan Pindad sebanyak 700 orang, Pupuk Indonesia sebanyak 1.600 orang, Lion sebanyak 1.500 orang, dan Patrajasa sebanyak 800 orang.
“Dengan potensi karyawan dari empat entitas tersebut, setidaknya akan ada potensi KPR baru sekitar Rp1,03 triliun,” tutupnya. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More