Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkolaborasi dengan Yayasan Santripreneur Indonesia menggelar program Santripreneur, pelatihan kepada 350 Santri dan Santriwati di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Semarang dan Jepara pada tanggal 21 November 2019.
Program ini dilaksanakan untuk membentuk semangat bisnis dan kewirausahaan di kalangan santri sehingga mendorong perekonomian negeri.
Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo mengungkapka, perseroan sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia memiliki komitmen terhadap peningkatan potensi ekonomi khususnya berasal dari Pesantren. “Mengutip data dari Kementerian Agama, saat ini terdapat 25.928 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 3,9 juta orang. Jumlah ini tentu merupakan sebuah potensi bagi penambahan pelaku UMKM baru di tanah air,” ujar Hari dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (22/11).
Santripreneur yang digelar di 5 kota ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan bisnis masing-masing santri. “Bagi yang sudah berbisnis, maka akan dikuatkan, sedangkan bagi yang belum berbisnis akan dibukakan wawasan tentang peluang ekonomi di berbagai bidang. Selanjutnya dengan program pendampingan atau bimbingan Mentor berpengalaman, para Santri secara bertahap akan meningkat kemampuan bisnisnya,” imbuhnya.
Program Santripreneur ini selaras dengan program Inkubator BRI yang disebut BRIncubator. BRIncubator merupakan program inkubasi bisnis untuk UMKM yang berorientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas UMKM secara digital dan fokus pada ekspor. BRIncubator memperkenalkan dan mengajarkan para pelaku UMKM agar go digital, go online dan go global.
“Semua program yang dilakukan perseroan bertujuan untuk menjalankan fungsi sebagai agent of development dan menjalin rantai ekonomi kerakyatan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat. Program ini selaras dengan tema HUT ke -124 Bank BRI yang jatuh pada 16 Desember 2019 mendatang, yakni Untuk Indonesia Brilian,” pungkas Hari. (*)
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More