Mataram – Dalam mendukung Pemerintah untuk memperkuat pemulihan ekonomi di masa pandemi ini, Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah (UUS) bersinergi dengan PT. Manggala Jaya Utama Sampali untuk membantu Pemerintah dengan menyalurkan fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Unit Usaha Syariah yang dimiliki Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas.
Dengan demikian, Bank Sinarmas Syariah yakin akan tercipta ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup rakyat terutama Peternak Sapi. Menurut Direktur Bank Sinarmas Syariah Halim, snergi ini adalah bentuk dukungan nyata dan peran serta Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah dalam menumbuhkan perekonomian terutama sektor UMKM melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat khususnya kepada peternak sapi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Tidak hanya literasi keuangan kepada peternak sapi, Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah juga mendampingi para santri dengan memberikan literasi Keuangan menabung, sehingga budaya menabung para santri bisa ditanamkan di pribadi santri sejak dini,” jelas Halim dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 31 Maret 2021.
Halim mengungkapkan, sinergi ini merupakan bukti nyata perusahaan dalam mendukung program Pemerintah, terutama sebagai bank penyalur yang mendukung program pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan. Melalui sinergi ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi yang lebih produktif sehingga tercipta literasi keuangan yang berkesinambungan, maka para peternak sapi dan santri bisa menyisihkan penghasilannya dan menabung untuk keperluan di masa mendatang.
“Diharapkan juga mereka bisa melaksanakan menjalankan rukun Islam ke 5, menunaikan ibadah haji melalui tabungan Simas Haji,” ujar Halim.
Dalam kegiatan tersebut, Bank sinarmas Unit Usaha Syariah melalui Yayasan Muslim Sinar Mas juga menyalurkan Wakaf 500 mushaf Al-Quran kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan memberikan beasiswa kepada santri di beberapa pesantren di wilayah Nusa Tenggara Barat. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More