Perbankan

Dorong Kredit UMKM, Amar Bank Perkuat Layanan Digital Banking

Poin Penting

  • Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada UMKM sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional
  • Porsi kredit UMKM baru mencapai 19,4 persen pada 2025, masih jauh dari target pemerintah sebesar 30 persen
  • Amar Bank menghadirkan solusi digital melalui Amar Bank Bisnis untuk membantu UMKM menata administrasi dan keuangan usaha agar lebih rapi.

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) atau Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Peluang tersebut tercermin dari porsi kredit UMKM yang hingga 2025 baru mencapai sekitar 19,4 persen dari total kredit perbankan. Angka itu masih jauh dari target pemerintah yang menargetkan kontribusi pembiayaan UMKM sebesar 30 persen.

Belum tercapainya target tersebut antara lain dipicu oleh ketimpangan akses dan adopsi layanan keuangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Kondisi ini membuat sebagian pelaku UMKM di daerah masih kesulitan mengakses pembiayaan formal dari perbankan.

Baca juga: Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Di sisi lain, masyarakat perdesaan kerap menghadapi berbagai kendala administratif dalam proses pengajuan kredit. Akibatnya, tidak sedikit pelaku usaha yang lebih memilih menggunakan modal pribadi atau mengandalkan pinjaman dari keluarga.

Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia menegaskan bahwa pihaknya terus menghadirkan solusi yang relevan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengatasi berbagai kendala dalam mengakses layanan keuangan formal. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat kesiapan usaha serta mendorong pengelolaan bisnis agar lebih tertata.

Menurutnya, Amar Bank saat ini memiliki solusi yang membantu pelaku UMKM menata administrasi dan pengelolaan keuangan usaha secara lebih rapi, terstruktur, dan terdokumentasi melalui layanan Amar Bank Bisnis.

“Solusi ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan dan mengakses pembiayaan formal secara lebih luas,” ujar Josua dalam acara Digital Banking and Economic Outlook di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Baca juga: BI dan CPI Hadirkan Panduan Bisnis Berkelanjutan bagi UMKM

Di tengah berbagai tantangan ekonomi pada tahun ini, Amar Bank tetap optimistis dapat menjadikan momentum Tahun Kuda Api sebagai pendorong pertumbuhan bisnis yang lebih solid dan berkelanjutan.

Ke depan, Amar Bank akan berfokus memperkuat produk dan layanan digital, memperluas ekosistem pembayaran, serta menghadirkan inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan memanfaatkan teknologi digital dan analisis data, Amar Bank juga berupaya menghadirkan proses pengajuan yang lebih sederhana, keputusan kredit yang lebih cepat, serta layanan yang lebih aman dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Denda KPPU yang Ngawur, Salah Sasaran, dan Mengembalikan Pinjol ke Era “Super” Rentenir Online

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank AKHIR pekan lalu jagat keuangan digital Indonesia diguncang… Read More

49 mins ago

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG diproyeksi masih rawan melemah secara teknikal, dengan potensi koreksi ke kisaran 6.745–6.887,… Read More

2 hours ago

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

10 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

15 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

16 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

16 hours ago