Muamalat Gandeng Baznas Bentuk Tabung Kurban
Jakarta–PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) fokus menyalurkan kredit kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahan berlabel bluechip. Ini dilakukan untuk mendukung kinerja perkreditan, utamanya di segmen korporasi.
“Sebagai kelanjutan dari strategi penyaluran kredit korporasi kami memusatkan fokus pembiayaan pada perusahaan-perusahaan BUMN dan perusahaan-perusahaan bluechip,” tukas Indra Y. Sugiarto, Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat dalam business gathering “Indonesia Economic Outlook 2017: Q1 Review. Challenges and Prospects” di Jakarta, Senin, 10 April 2017.
Ia menjelaskan, erbagai perusahaan yang ditargetkan perseroan antara lain berasal dari sektor infrastruktur, juga kendaraan bermotor atau otomotif, perdagangan, makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan. real estate. Sedangkan di sektor agrikultur, lanjutnya, Bank Muamalat akan membidik subsektor industri kelapa sawit,
Indra menambahkan, outstanding kredit korporasi ditargetkan tumbuh Rp2 triliun pada tahun ini. Adapun outstanding kredit korporasi Bank Muamalat sebesar Rp23,30 triliun per akhir tahun lalu, tumbuh 8,67 persen dari Rp21,44 triliun pada akhir 2015.
“Kami berharap, strategi ini dapat memacu tren positif penumbuhan sektor pembiayaan di Indonesia. sekaligus memenuhi target pembiayaan korporasi Bank Muamalat,” tutup Indra. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More