Ekonomi dan Bisnis

Dorong Inovasi Teknologi, GreenTeams Kantongi Pendanaan Seri A

Jakarta – GreenTeams, perusahaan teknologi lingkungan (environmental tech) mengumumkan keberhasilan penutupan putaran pendanaan Seri A. Putaran ini dipimpin oleh Oriza Greenwillow Technology Fund. 

CEO GreenTeams Wilson B. Sutarko mengatakan, GreenTeams mengembangkan teknologi pemantauan emisi dan kualitas udara secara real-time untuk mendorong aksi iklim yang terukur.

Solusi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan kecerdasan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, serta dekarbonisasi industri. 

Ia menuturkan, melihat tingginya minat dari komunitas investor, GreenTeams meluncurkan putaran pendanaan lanjutan untuk menggandeng mitra strategis yang dapat mendorong percepatan inovasi produk, pengembangan platform pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI-powered), serta ekspansi regional. 

Baca juga: Sejumlah Tantangan Negara ASEAN dalam Terapkan Teknologi Ramah Lingkungan

“Pendanaan ini memungkinkan kami memperluas jangkauan di seluruh Indonesia, memperkuat tim, serta meningkatkan dampak di berbagai sektor. Kami berterima kasih atas kepercayaan para mitra di sektor swasta maupun publik, dan mengundang investor sevisi untuk bergabung dalam putaran lanjutan Seri A ini,” ujarnya, dikutip Jumat, 27 Juni 2025.

Sebagai informasi, sejak didirikan, GreenTeams telah berkembang menjadi penyedia teknologi lingkungan (environmental tech) terintegrasi, dengan implementasi di lebih dari 30 provinsi di Indonesia. 

Solusi andalannya — Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS) dan Air Quality Monitoring Systems (AQMS) — memungkinkan pengumpulan data secara real-time, pelacakan emisi, hingga pelaporan regulasi di sektor industri utama. 

Baca juga: Peluang Bisnis Teknologi Ramah Lingkungan, Thailand Gelar Pameran Dagang Terbesar di Asia

Pada tahun 2024, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 98 persen, didorong oleh penegakan regulasi yang semakin ketat, target dekarbonisasi nasional, serta kebutuhan industri akan praktik yang selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance). 

GreenTeams juga mengoperasikan laboratorium kalibrasi pertama dan yang pertama kali di Indonesia dalam mendapatkan diakreditasi KAN (SNI ISO/IEC 17025) untuk instrumen gas dan udara, serta telah mengantongi sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen mutu. 

“GreenTeams telah membangun sinergi yang kuat antara sistem yang telah teruji di lapangan, infrastruktur bersertifikasi, dan keahlian mendalam di bidangnya untuk memenuhi kebutuhan ekosistem iklim yang berkembang di kawasan Asia Tenggara,” ujar CK Tan, Managing Partner Oriza Greenwillow Technology Fund. 

Fokus Ekspansi dan Inovasi Prediktif Berbasis AI

Dengan pendanaan ini, GreenTeams berencana untuk memperluas penerapan sistem pemantauan di seluruh sektor energi, manufaktur, dan perkotaan secara nasional.

Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan alat prediktif berbasis kecerdasan buatan untuk peramalan lingkungan dan analitik emisi, serta memperluas integrasi platform data lingkungan guna melayani kebutuhan regulasi, industri, dan pasar ESG. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago