Dorong Inklusi Keuangan, Bank Maju Luncurkan Transaksi Digital Berbasis QRIS

Dorong Inklusi Keuangan, Bank Maju Luncurkan Transaksi Digital Berbasis QRIS

Dorong Inklusi Keuangan, Bank Maju Luncurkan Transaksi Digital Berbasis QRIS
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta  – Pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan tingkat inklusi keuangan digital dan perluasan teknologi digital di masyarakat. Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus bersinergi mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui penerapan digitalisasi dalam setiap transaksi keuangan guna mendorong pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90% pada 2024 serta mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satunya melalui kampanye penggunaan QRIS.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah pengguna sistem pembayaran digital QRIS terus bertambah dan semakin mendekati target 30 juta pengguna di 2022. Hingga saat ini jumlah pengguna QRIS sudah mencapai 23 juta pengguna di mana 20,5 jutanya merupakan UMKM dan 90% di antaranya merupakan usaha kecil dan mikro.

Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Khoirunisa Elkarima mengatakan ketika Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sudah mulai terdigitalisasi, maka layanan keuangan lainnya pun akan ikut berkembang. Banyak manfaat oleh pedagang dan pembeli saat mereka bertransaksi menggunakan QRIS. Diharapkan nantinya pasar tradisional lainnya di tangerang bisa segera mendigitalisasi sistem pembayarannya.

Bank Indonesia terus memperluas penggunaan QRIS sebagai fasilitas pembayaran digital yang mendorong interlinking antara bank dan penyedia teknologi keuangan lainnya. Sementara itu, OJK juga terus mendorong akselerasi digitalisasi perbankan guna mempercepat transformasi digital di sektor perbankan yang sudah menjadi suatu keniscayaan. Kondisi demikian mengharuskan perbankan untuk menempatkan transformasi digital sebagai prioritas dan sebagai salah satu strategi dalam upaya peningkatan daya saing bank.

Pengawas Senior Kepala Pengawas Regional 1 OJK, Ahmad Husein mengatakan digitalisasi adalah keniscayaan di era digitalisasi. Kalau kita tidak beradaptasi dengan perkembangan zaman, sistem keuangan pembayaran kita akan tertinggal. “Nasabah sekarang tidak lagi ke bank, namun bisa buka rekening dr rumah. Melalui digitalisasi, BPR punya daya saing dengan berbagai lembaga keuangan lainnya. Bank Maju sebagai pelopor digitalisasi BPR di Regional 1,” kata Ahmad.

Sebagai upaya untuk mendukung langkah yang dilakukan Bank Indonesia dan OJK, PT. BPR Magga Jaya Utama (Bank Maju) meluncurkan layanan transaksi digital berbasis QRIS yaitu QRIS Bank Maju. Dengan layanan QRIS Bank Maju ini, merchant nasabah Bank Maju khususnya yang memiliki usaha dapat memanfaatkan layanan pembayaran berbasiskan QRIS, serta untuk mengelola transaksi dan kebutuhan merchant nasabah secara efektif dan efisien.

Komisaris Bank Maju Johannes Setiadharma mengatakan, dengan menggunakan transaksi berbasikan QRIS, tabungan dan operasional nasabah menjadi lebih aman dan efesien. Digitalisasi dengan QRIS, tidak perlu lagi menyimpan uang di brankas. Transaksi digital dapat menghindarkan pembeli dan penjual pasar dari perampokan.

Layanan transaksi digital berbasis QRIS Bank Maju ini dapat terwujud berkat kolaborasi dengan salah satu platform penyedia jasa sistem pembayaran digital yaitu PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme). Kolaborasi ini dapat terwujud karena Bank Maju dan Netzme memiliki misi yang serupa yaitu berupaya meningkatkan tingkat inklusi keuangan digital dan perluasan teknologi digital di masyarakat, khususnya bagi UMKM.

“Kami sangat bangga dapat meluncurkan layanan baru hari ini yaitu layanan transaksi digital QRIS Bank Maju. Layanan ini kami siapkan sebagai wujud komitmen pelayanan terbaik bagi nasabah kami serta mendukung perkembangan bisnis mitra kami. Layanan baru kami ini juga bertujuan menumbuh kembangkan UMKM maupun UKM melalui inklusi keuangan, teknologi dan sistem pembayaran non tunai,” ujar Direktur Bisnis Bank Maju, Reny Rahardja dikutip 17 Oktober 2022.

Menurutnya, digitalisasi adalah keniscayaan. bukan hanya sesuatu yang nice to have. Di era digita, BPR harus bisa beradaptasi dengan tuntutan zaman. “Nah, cara kami meningkatkan kualitas pelayanan pada nasabah adalah dengan digitalisasi. QRIS banyak sekali manfaatnya untuk pengusaha mikro. Transaksi pembelian jadi cepat, pembukuan transaksi jadi rapi, dan penjual terhindar dari risiko uang palsu,” tambahnya.

Launching QRIS Bank Maju dilakukan di Pasar Bersih Malabar, Cibodas, Kota Tangerang. Banyak nasabah UMKM Bank Maju merupakan pedagang yang berjualan di Pasar Bersih Malabar. Saat event launching ini juga dilakukan secara simbolis pembagian perlengkapan transaksi digital QRIS Bank Maju kepada 10 pedagang nasabah Bank Maju. Untuk kedepannya seluruh pedagang nasabah Bank Maju akan mendapatkan QRIS.

CEO Netzme Vicky G Saputra mengatakan pihaknya sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Bank Maju. Ia berharap kerja sama ini dapat membawa UMKM dan UKM ke level yang lebih tinggi, dan dapat mengubah behaviour masyarakat menjadi semakin nyaman dan terbiasa bertransaksi dengan QRIS. Serta mendorong digitalisasi keuangan, untuk mendukung program dari Bank Indonesia untuk mendigitalisasi sistem pembayaran.

“Kontribusi Netzme dalam mendukung digitalisasi ekonomi terutama untuk UMKM semakin luas, setelah pada beberapa bulan lalu Netzme bersama Pemprov DKI Jakarta serta Dinas PPKUKM meluncurkan QRIS Jakpreneur,” terang Vicky.

Kerjasama antara Bank Maju dan Netzme akan terus berkembang dan tidak hanya berhenti dalam penyediaan layanan transaksi digital berbasis QRIS ini. “Ke depannya, Bank Maju bersama Netzme akan bekerja sama untuk mendigitalisasi berbagai sistem pembayaran lainnya seperti pembayaran uang sekolah dan pembayaran lainnya yang saat ini masih dilakukan secara tunai,” tutup Reny. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]