Market Update

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting

  • OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur
  • Kolaborasi ini bertujuan mendorong inklusi dan partisipasi investor saham, memperluas akses investasi pasar modal ke segmen masyarakat yang lebih luas dan di luar Pulau Jawa
  • Makmur melengkapi fitur saham dengan data dan informasi komprehensif, seperti laporan keuangan emiten dan broker flow.

Jakarta – PT OCBC Sekuritas Indonesia (OCBC Sekuritas) menjalin kemitraan strategis dengan PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur). Melalui kerja sama ini, OCBC Sekuritas menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.

Ditujukan untuk mendorong inklusi investasi saham di Indonesia, leat kolaborasi ini, pengguna Makmur bisa mengakses investasi saham dan reksa dana daam satu platform. Selain memperluas alternatif instrumen investasi, kerja sama OCBC Sekuritas dan Makmur digagas untuk mendorong kemudahan berinvestasi di pasar modal.

Kerja sama ini mengintegrasikan kapabilitas OCBC Sekuritas dengan kekuatan Makmur sebagai platform investasi digital yang fokus pada kemudahan akses, keamanan dan transparansi.

Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan investasi saham ke segmen masyarakat yang lebih luas.

Baca juga: OCBC Resmi Jadi Induk Konglomerasi Keuangan, Anggaran Dasar Diubah

Menurut Betty Goenawan, Direktur Utama OCBC Sekuritas, dalam mendorong pertumbuhan ekosistem investasi, OCBC Sekuritas memang mengedepankan pendekatan bisnis yang kolaboratif dan berorientasi kemitraan.

Sebagai anak perusahaan dari grup keuangan terbesar di Asia Tenggara, OCBC Bank Singapura, OCBC Sekuritas mempunyai pengalaman panjang dan kapabilitas mumpuni dalam menghadirkan berbagai solusi investasi pasar modal yang aman dan inovatif. Baik untuk nasabah individu, korporasi, maupun institusi.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses investasi di pasar modal secara inklusif.

“Kami senantiasa bersinergi dengan berbagai pelaku industri agar pasar modal Indonesia semakin maju dan berkembang, sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi investor,” kata Betty dalam keterangan resmi, Jum’at, 16 Januari 2025.

Adapun Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, menyoroti masih besarnya kesenjangan partisipasi investor saham di Indonesia. Per November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 19,67 juta. Namun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya baru mencapai 8,31 juta.

“Artinya, kurang dari separuh investor pasar modal aktif berinvestasi di saham. Dengan jumlah penduduk usia dewasa Indonesia yang jauh lebih besar, ruang pertumbuhan investor saham masih sangat luas,” paparnya,

Walaupun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya mengalami kenaikan 32,46 persen year on year (yoy) pada November 2025, tingkat penetrasinya masih relatif rendah dan masih terkonsentrasi terpusat di Pulau Jawa.

Maka itu, integrasi fitur saham di platform Makmur diharapkan bisa memperluas akses sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor saham . Ini sejalan dengan upaya pendalaman pasar modal nasional.

Sementara, dari sisi pengembangan produk, Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, mengungkapkan, penambahan fitur saham sejalan dengan komitmen Makmur untuk terus berinovasi dalam menyediakan pilihan instrumen investasi yang lebih lengkap, sekaligus meningkatkan literasi keuangan investor lewat penyediaan data dan informasi yang komprehensif.

Baca juga: Sucor Sekuritas Bakal Bawa 3 IPO Jumbo Tahun Depan

“Penyediaan data laporan keuangan emiten, ringkasan broker flow, hingga broker distribution diharapkan dapat membantu investor memahami dinamika pasar secara lebih mendalam dan mengambil keputusan investasi yang lebih terukur dan rasional,” timpal Stefanus.

Makmur selama ini dikenal sebagai platform yang menyediakan akses ke berbagai produk reksa dana terkurasi serta instrumen pasar modal lainnya.

Sebagai tambahan, peresmian kerja sama kedua perusahaan ditandai dengan signing ceremony di Kantor OCBC Sekuritas di Jakarta pada 13 Januari 2026 lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, dan Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

32 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago