Perbankan

Dorong GCG, Sejumlah Manfaat Ini Telah Dirasakan Bank Mandiri

Jakarta – Penerapan prinsip good corporate governance (GCG) atau tata kelola yang baik di sebuah perusahaan, tak terkecuali di industri perbankan sangatlah penting untuk mencegah timbulnya fraud. Seluruh bank berlomba dalam meningkatkan GCG, salah satunya Bank Mandiri.

Senior Vice President Compliance & AML CFT Group Bank Mandiri, Juliser Sigalingging mengatakan, tujuan dari peningkatan GCG ialah untuk penyelenggaran kegiatan usaha perbankan yang optimal agar tetap sustain, dengan berlandaskan perundang-undangan yang berlaku, standar, etika dan prinsip serta best practice yang ada di lapangan.

“Dalam implementasi GCG kami punya whistle blowing system atau yang secara internal disebut letter to CEO, lalu ada unit pengendalian gratifikasi. Yang tak kalah pentingnya kami punya forum antara Bank Mandiri sebagai entitas utama dengan seluruh perusahaan anak yang kami miliki yang bernama integrated risk management forum, yang membahas dan menyamakan frekuensi antara arahan dan ekspektasi manajemen terhadap aktivitas dan operasional,” ujarnya dalam seminar Infobank bertajuk ‘Boosting Up Sustainable Through ESG dan GRC – Babak Baru Spin-Off UUS’, di Kempinski, Jakarta, Rabu, 27 September 2023.

Baca juga: Korbankan Prinsip GCG, BPD Rawan Konflik Kepentingan

Selain itu, pada struktur tata kelola, Bank Mandiri juga memiliki sebuah komite tata kelola terintgrasi yang melibatkan seluruh anak perusahaan dan seluruh jajaran manajemen. Di dalam komite ini membahas aspek yang menyangkut tata kelola, baik itu tantangan maupun peluang. “Komite ini berfungsi efektif untuk men-drive seluruh aspek tata kelola perusahaan anak sehingga bisa mencerminkan harapan-harapan dari manajemen sebagaimana dikemukakan dalam rencana bisnis yang sudah ditetapkan,” tegas Juliser.

Di Bank Mandiri, lanjut Juliser, juga punya tiga unit khusus yang ditunjuk oleh direksi untuk melakukan koordinasi setiap hari dengan perusahaan anak. Unit-unit tersebut antara lain SKKT (Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi), SKMRT (Satuan Kerja Manajemen Risiko Terintegrasi), dan SKAIT (Satuan Kerja Audit Intern Terintegrasi).

“Diskusi tentang aspek-aspek kepatuhan kami lakukan dengan SKKT, diskusi yang menyangkut isu-isu manajemen risiko dilakukan dengan SKMRT, sedangkan yang menyangkut evaluasi terhadap internal kontrol sistem pengendalian intern di masing-masing perusahaan anak itu didiskusikan di SKAIT,” katanya.

Seluruh upaya peningkatan GCG yang dilakukan jajaran direksi dan manajemen Bank Mandiri mendapat dukungan penuh dari dewan komisaris. Dengan penerapan GCG yang terus ditingkatkan, Bank Mandiri telah mendapatkan manfaat secara langsung, seperti akses terhadap pembiayaan yang begitu mudah, karena calon investor telah percaya kepada Bank Mandiri.

Baca juga: Please! OJK Harus Menjadi Benteng GCG dari “Kesewenang-Wenangan” Pemegang Saham BPD

“Dengan persepsi yang bagus tadi, fraud-fraud yang terjadi itu sangat berkurang, kemudian kinerja kita tertata dengan baik maka biaya-biaya yang kita hasilkan itu harganya murah. Maka kita menghitung cost of capital kita menurun, biaya untuk mendapatkan modal itu menurun, tetapi nilai perusahaan meningkat. Jadi ini manfaat yang kita dapatkan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik,” tutur Jelisar.

Meski begitu, bank-bank yang telah mendorong GCG juga tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya terkait intensitas persaingan, karena industri perbankan saat ini tidak lagi bersaing dari sisi aset, tapi bagaimana penerapan atau peralihan ke era digital.

“Sekarang sudah anyak tumbuh bank-bank digital yang tentu perlu kita sikapi dari aspek persaingan. Demikian juga bagaimana volatilitas market yang terjadi. Ini menjadi satu tantangan tersendiri yang mesti kita sikapi sehingga kita di dalam mengelola GCG itu bisa berjalan dengan baik dan memberi hasil yang baik,” tukasnya. (*) Bagus Kasanjanu

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

2 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

2 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

3 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

4 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

5 hours ago