Peti Kemas; Aktivitas ekspor. (Foto: Erman)
PT Bank ICBC Indonesia bersama-sama dengan ICBC Asia telah menandatangani perjanjian untuk menyediakan fasilitas pinjaman dalam bentuk club deal kepada Indonesia Eximbank senilai USD500 juta. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–ICBC Group memberikan fasilitas pinjaman dalam skema club deal kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank. Pinjaman yang diberikan kepada Indonesia Eximbank tersebut bertujuan untuk memenuhi pembiayaan kegiatan pendukung perdagangan luar negeri (ekspor).
Presiden Direktur ICBC Indonesia, Shen Xiaoqi mengatakan, total pinjaman yang diberikan dari PT Bank ICBC Indonesia bersama dengan ICBC Asia ke Indonesia Eximbank mencapai USD500 juta dengan tenor 5 tahun, dimana ICBC Indonesia sebagai agen fasilitas dan ICBC Asia berperan sebagai lead arranger.
Menurutnya, penandatanganan ini adalah realisasi tahap awal dari nota kesepakatan pemberian fasilitas kredit senilai USD20 miliar yang telah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian BUMN, dengan ICBC Limited, perusahaan induk dari ICBC Asia dan ICBC Indonesia, di Beijing pada awal 2015 lalu.
“Fasilitas ini ditujukan untuk membantu perekonomian Indonesia melalui pinjaman ke BUMN. Dengan tercapainya kesepakatan perjanjian pinjaman ini, ICBC Indonesia kembali berkomitmen bahwa ini sebagai jembatan finansial antara Indonesia dan Tiongkok,” ujar Shen di Jakarta, Selasa, 22 September 2015,
Di tempat yang sama Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Ngalim Sawega menambahkan, kerja sama ini merupakan bukti kepercayaan dari lembaga keuangan internasional kepada Indonesia Eximbank dalam mendapatkan akses pendanaan guna mendukung kegiatan perdagangan luar negeri.
“Tentunya kerja sama ini akan dilanjutkan di masa-masa mendatang,” tukasnya.
Sedangkan rerkait dengan bentuk kerja sama di masa mendatang, Direktur ICBC Indonesia, Jeff S.V. Eman menjelaskan, bahwa ini seiring dengan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang kian erat, dimana pemberian kredit di masa yang akan datang dapat juga datam bentuk mata uang Renminbi (RMB). (*)
Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More
Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More
Poin Penting Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di… Read More
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Irawati) Read More
Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More