Perbankan

Dorong Ekonomi Daerah, Maybank Indonesia Resmikan 2 Kantor Cabang Baru

Poin Penting

  • Maybank Indonesia membuka dua kantor cabang baru di Palangkaraya dan Subang untuk memperluas layanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Palangkaraya dipilih karena pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional dan perannya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Kalimantan Tengah.
  • Subang dipilih berkat potensinya sebagai kawasan industri masa depan dengan ribuan perusahaan manufaktur dan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Tanah Air. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui pembukaan dua kantor cabang baru di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Subang, Jawa Barat.

Kantor cabang baru di Palangkaraya berlokasi di Duta Mall Palangkaraya. Pemilihan kota ini didasari oleh laju pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata nasional dalam beberapa tahun terakhir

Head of Community Distribution Maybank Indonesia, Harryanto Pramono menyebut Palangkaraya memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa bagi Kalimantan Tengah.

“Dengan pertumbuhan ekonomi di Palangkaraya yang positif dan dengan potensi pasar yang terus meningkat, kami melihat peluang besar untuk memberikan akses layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah ini,” ujarnya dikutip pada Jumat, 7 November 2025.

Baca juga: Maybank Indonesia Raup Laba Sebelum Pajak Kuartal III 2025 Rp1,30 T, Ini Penopangnya

Selain sektor perdagangan, Palangkaraya juga memiliki kontribusi besar dari sektor tenaga kerja dan jasa, serta didukung dengan rencana pembangunan dan investasi baru di kawasan perkotaan.

Subang, Kawasan Industri Masa Depan Jawa Barat

Sementara itu, pembukaan kantor cabang di Subang dilatarbelakangi oleh potensi pertumbuhan ekonomi dan industri yang besar. Kabupaten ini merupakan rumah bagi lebih dari 10.000 perusahaan manufaktur, jaringan pemasok, dan sekitar 900.000 tenaga kerja potensial dengan struktur upah yang kompetitif.

Status Subang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 481,93 hektare semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan industri masa depan di Jawa Barat.

“Dengan potensi ekonomi Subang yang terus berkembang, kami ingin hadir lebih dekat untuk memberikan solusi finansial yang relevan, baik bagi kebutuhan perorangan maupun bisnis, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Sektor Properti dan Kawasan Industri Miliki Prospek Positif di Subang

Menurut Harryanto, ekspansi ini merupakan bagian dari implementasi strategi utama M25+ Maybank Group, yang berfokus pada peningkatan pengalaman nasabah melalui pendekatan customer centricity.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tegas Harryanto. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Ombudsman Dukung Bank Jambi Tingkatkan Layanan Digital dan Perlindungan Nasabah

Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More

2 mins ago

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp131,9 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More

11 mins ago

Implementasi Perpres 4/2026 dan Keterkaitannya dengan Pembiayaan Perbankan

Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More

29 mins ago

Pendanaan Pinjol Melonjak Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Hidup Sesuai Kemampuan

Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More

44 mins ago

Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30,7 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More

53 mins ago

APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun, Purbaya Klaim Masih Terkendali

Poin Penting APBN awal 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB, dinilai masih… Read More

1 hour ago