Jakarta – Efisiensi menjadi salah satu strategi yang dicanangkan PT Maybank Indonesia (Maybank Indonesia). Demi mendorog keuntungan dan daya saing bank, Maybank Indonesia terus menerapkan pengelolaan biaya dengan baik. Salah satunya, melalui pelaksanaan Strategic Cost Management Program (SCMP) secara berkesinambungan.
Melalui strategi tersebut, dalam tiga bulan pertama 2016 Maybank Indonesia mampu mendorong efisiensi. Hal itu tercermin dari penurunan biaya overhead sebesar 0,8% menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2016.
Upaya pengelolaan biaya Bank yang lebih baik telah memperbaiki cost-to-income ratio (CIR). Per Maret 2016, CIR turun menjadi 59,8% pada Maret 2016 dari 65,8% pada Maret 2015.
Menurunnya biaya overhead berkontribusi positif terhadap laba Maybank Indonesia. Hingga Maret 2016 Maybank Indonesia mampu membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali sebesar Rp444 miliar. Angka ini meningkat 73,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Selain mendorong efisiensi, Maybank Indonesia juga terus mendorong pendapatan yang bersumber dari pendapataan non bunga untuk mendongkrak labanya. Salah satunya melalui pendapatan yang diperoleh dari fee, diantaranya dari bisnis tresuri, bancassurance dan jasa lainnya.
President Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria mengatakan, Maybank Indonesia telah memulai tahun ini dengan hasil yang menggembirakan di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. “Kami berharap lebih lanjut dapat mencapai pertumbuhan dan peningkatan kinerja sepanjang tahun finansial 2016” pungkasnya. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More