News Update

Dorong Efisiensi, FWD Insurance Terapkan Asuransi Berbasis Digital

Jakarta – Perusahaan asuransi di Indonesia semakin mengandalkan teknologi informasi dalam mengembangkan strategi bisnis mereka. Demi mendukung hal tersebut, perusahaan rela mengalokasikan belanja modal atau capital expenditures (capex) yang besar, terutama untuk infrastruktur layanan dan keamanan siber.

Ade Bungsu, Direktur, Chief Syariah & Business Development Officer FWD Insurance mengatakan, FWD Insurance merupakan perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi informasi.

“Visi FWD insurance adalah mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi dengan mengedepankan teknologi,” katanya, dalam acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama FWD Insurance, di Jakarta, Rabu, 19 Maret 2025.

Baca juga : Jurus FWD Insurance dan PJI Dorong Literasi Keuangan bagi Pelajar

Menurutnya, sejak diluncurkan satu dekade lalu, FWD Insurance menjadi satu-satunya perusahaan asuransi jiwa yang sudah menerapkan paperless alias tidak menggunakan kertas dalam pengajuan asuransi.

“Semuanya sudah dilakukan secara digital based. Jadi, tidak ada lagi tenaga pemasar yang membawa tas untuk menawarkan produk. cukup menggunakan tablet untuk melakukan proses pengajuan asuransi,” jelasnya.

Mempermudah Layanan Nasabah dengan Teknologi

Rudy F Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, menambahkan, teknologi informasi sangat membantu dalam memberikan layanan kepada nasabah.

“Bagi kami, ini sebagai salah satu cara nomor satu untuk bisa mencapai visi tersebut, karena kami ingin interaksi antara customer dan vehicle itu mudah, tidak ribet dan cepat melalui teknologi dan digital,” katanya.

Selain itu, teknologi juga memperluas akses perusahaan kepada masyarakat. Menurutnya, jika hanya mengandalkan interaksi tatap muka, jangkauan perusahaan akan terbatas.

Baca juga : FWD Insurance Perbarui Fitur Produk Asuransi Jiwa, Intip Manfaatnya

“Makanya dari awal kami mengandalkan teknologi untuk mendukung proses operasional. Termasuk dari awal menjual kemudian operasional di dalam sampai proses create,” bebernya.

Investasi Besar untuk Keamanan Data

Rudy Franto Manik mengakui bahwa penggunaan teknologi informasi memerlukan investasi yang besar, terutama untuk infrastruktur layanan dan keamanan siber.

“Ini bukan investasi yang kecil, investasinya besar. Tetapi kami tetap komitmen untuk melakukan investasi di sana untuk memastikan interaksi dengan customer dan yang paling penting data mereka bisa tetap diproteksi,” akunya.

Meski enggan menyebutkan angka pasti anggaran IT yang dikeluarkan, ia memastikan bahwa nominalnya terus bertambah setiap tahunnya.

“Angkanya bergerak terus. Dan kalau dibilang apakah besar, tentu sangat besar. Tetapi kami tidak melihat ini sebagai biaya melainkan kami melihatnya sebagai investasi,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

7 mins ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

1 hour ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

2 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago