Perbankan

Dorong Bisnis Wealth Management Standchart Luncurkan PRUlife Priority Legacy

Jakarta – Standard Chartered Bank bekerjasama dengan PT Prudential Lite Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PRUlife priority legacy, produk asuransi jiwa tradisional dengan premi tunggal dalam mata uang dolar AS yang didesain untuk nasabah segmen affluent & high net worth.

Presiden Direktur Prudential lndonesia Jens Reisch di Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018 mengatakan, dengan diluncurkannya PRUlife priority legacy diharapkan dapat menjawab kebutuhan perlindungan jiwa sekaligus diversifikasi aset kekayaan untuk perencanaan warisan bagi keluarga.

Menurutnya, PRUlife priority legacy merupakan bentuk komitmen Prudential Indonesia untuk terus berinovasi seiring dengan berkembangnya kebutuhan nasabah Bank, khususnya produk yang memberikan pertindungan jiwa dan dapat dijadikan pilihan perencanaan warisan yang sesuai bagi keluarga.

“Sebagai perusahaan yang berusaha untuk selalu mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah, sudah merupakan tanggung jawab kami untuk membarikan produk dan layanan yang tepat sehingga dapat mambantu tercapainya tujuan parencanaan keuangan nasabah,” ujarnya.

PRUlife priority legacy hadir bagi nasabah Priority Standard Chartered Bank yang membutuhkan alternatif solusi perencanaan dan pengelolaan aset kekayaan yang dapat diwariskan kepada generasi penerusnya. Tiga manfaat utama produk ini adalah satu kali pembayaran di muka dengan mantaat perlindungan Jiwa hingga nasabah berusia 99 tahun.

Dengan nilai uang pertanggungan yang tinggi dan tersedianya pengembangan nilai tunai untuk dapat dinikmati nasabah kelak jika diperlukan, produk ini sudah dapat nasabah peroleh dengan premi mulai dari 150 ribu dolar AS.

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menambahkan, salah satu fokus perseroan di tahun ini adalah manyediakan produk unggulan bagi nasabah di segmen affluent. Selain PRUlife Priority legacy, pihaknya juga melengkapinya dengan fasilitas kredit cerukan (overdraft) untuk pembiayaan terkait produk asuransi ini.

“Ini diharapkan menjadi solusi terpadu untuk nasabah yang mendambakan perencanaan warisan yang memadukan kekayaan manfaat produk asuransi, kemudahan proses, serta fleksibilitas dalam pengelolaan arus kas,” ucapnya.

Dia menilai, Standard Chartered Bank sangat memahami pentingnya menjaga warisan atau legacy yang sudah dibangun sejak lama. Perencanaan warisan sangat dibutuhkan untuk membangun dasar yang kuat agar apa yang sudah dicapai saat ini bisa terus dijaga, dibangun, dan diteruskan kepada generasi penerus.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik ditunjang iklim investasi yang semakin kondusif di 2018, perseroan optimis bahwa kerjasama ini mampu berkontribusi positif pada bisnis Wealth Management di Standard Chartered Bank.

“Kami berharap kerjasama dengan Prudential ini semakin memperkuat posisi Standard Chartered Bank sebagai salah satu pemain utama di bisnis Wealth Management dan Retail Banking keseluruhan di Indonesia, serta mampu memberikan Iebih banyak nilai tambah bagi nasabah di tiap tahapan kehidupan,” tutup Rino. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

POJK 36/2025 Dorong Dokter Jadi Pilar Tata Kelola Asuransi Kesehatan

Poin Penting POJK 36/2025 jadi tonggak tata kelola asuransi kesehatan, karena untuk pertama kalinya menempatkan… Read More

17 mins ago

IHSG Hari Ini (2/2) Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Posisi 8.299

Poin Penting IHSG dibuka turun 0,36 persen ke level 8.299,82 dengan nilai transaksi Rp814,38 miliar;… Read More

41 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini (2/2): Antam Melesat, Galeri24 dan UBS Kompak Stagnan

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stabil pada Senin, 2 Februari 2026,… Read More

1 hour ago

Setelah MSCI, Pergerakan IHSG Pekan Ini Bakal Dipengaruhi Sentimen Berikut

Poin Penting Pasar menanti rilis pertumbuhan ekonomi full year 2025 yang diperkirakan di kisaran 5,1–5,2… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Spekulasi Calon Ketua The Fed

Poin Penting Rupiah menguat tipis pada awal perdagangan Senin (2/2/2026) ke level Rp16.776 per dolar… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More

5 hours ago