Poin Penting
- Mahasiswa Indonesia di AS meluncurkan Nusantara AI Institute, platform belajar AI gratis dan inklusif
- Tersedia 20 lebih kursus AI untuk semua kalangan guna meningkatkan talenta digital
- Didukung Aether AI, platform ini mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor.
Jakarta – Beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Amerika Serikat (AS) meluncurkan platform Nusantara AI Institute. Platform ini berfokus pada pembelajaran teknologi Artificial Intelligence (AI) secara gratis. Peluncuran Nusantara AI didasari pesatnya perkembangan AI serta manfaatnya bagi berbagai sektor kehidupan di masa depan.
Para founder Nusantara AI Institute tergerak untuk meningkatkan literasi AI di Indonesia secara inklusif dan merata. Caranya dengan menyediakan akses pembelajaran yang sepenuhnya gratis bagi siapa pun yang memiliki koneksi internet. Plaform ini tidak membatasi lokasi geografis, latar belakang ekonomi, maupun tingkat pendidikan.
Platform ini diinisiasi oleh Oliver Tedja dan Johannes Simajuntak serta beberapa rekan mahasiswa. Mereka mengembangkan aplikasi berbasis website yang berisi pelajaran-pelajaran atau kursus gratis untuk membangun kemampuan teknologi AI, khususnya bagi kalangan muda di Indonesia.
Dengan mengembangkan dan menyelenggarakan program edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diakses, Nusantara AI ingin mendorong pemberdayaan pelajar, profesional, pendidik, serta masyarakat umum agar mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab.
Baca juga: AI, Antara Keandalan Teknologi, dan Kemunduran Kognitif
Menurut Oliver Tedja, platform ini bertujuan menciptakan ekosistem talenta digital yang kompeten, mendorong inovasi lokal, serta memastikan bahwa transformasi teknologi di Indonesia berlangsung secara inklusif dan membawa manfaat luas bagi untuk kemajuan ekonomi dan sosial.
Kursus-kursus gratis tentang AI di platform ini diharapkan dapat meningkatkan potensi pribadi dan profesional Indonesia, meletakan dasar bagi generasi mendatang di bidang AI.
“Nusantara AI Institute menawarkan lebih dari 20 kursus tentang kecerdasan buatan, bertujuan untuk membuat teknologi kompleks ini lebih mudah dicerna dan diakses di seluruh Indonesia,” kata Oliver Tedja, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Pelajaran yang diberi label Literasi AI menawarkan pengantar praktis bagi siswa dengan sedikit pengetahuan AI. Sementara AI Bisnis berfokus pada otomatisasi alur kerja untuk menciptakan nilai bisnis kuantitatif dan mengoptimalkan proses operasional.
Ada pula AI Teknik yang mengeksplorasi pembelajaran mesin dan ilmu rekayasa cepat, mendorong siswa untuk menyelami lebih dalam sistem yang mendasari teknologi tersebut. Hingga saat ini Nusantara AI Institute sudah menarik minat lebih dari 1.000 pengguna, yang mayoritas adalah warga Indonesia.
Dukungan Aether AI Nusantara AI Institute ini didukung perusahaan Aether AI, sebuah perusahaan gabungan studio ventura dan modal ventura yang membangun produk kecerdasan buatan dan mengembangkan startup teknologi baru. Nusantara AI Institute sendiri sudah diluncurkan secara resmi pada akhir Maret 2026 lalu dalam acara dialog yang diadakan di Konsulat Jenderal Indonesia di New York.
Hadir dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal Indonesia di New York Winanto Adi, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno, Presiden USINDO Society David Merril, serta mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno mengungkapkan, literasi AI akan menjadi ketrampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam semua unsur kehidupan, sehingga masyarakat Indonesia tidak boleh ketinggalan.
“Ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis, membuka peluang karir baru di setiap sektor,” papar Sandiaga.
Sementara, Robert Blake memaparkan soal pentingnya kemampuan AI di pasar kerja baru dan yang sudah ada. Pemahaman yang lebih baik tentang teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban kerja operasional bagi para profesional dan organisasi.
Baca juga: Sederet Tantangan Pelaku Industri Terapkan Teknologi AI
Di Indonesia, peluang kecerdasan buatan disebut paling terkonsentrasi di sektor kesehatan dan pendidikan. AI berperan dalam optimasi data untuk penelitian penyakit. Penggunaan AI bisa menyederhanakan pengobatan farmasi sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati sumber daya kimia dan alamnya.
Sementara di sektor pendidikan, adopsi AI bisa ditingkatkan lebih lanjut melalui penyediaan aplikasi pembelajaran offline berbasis AI. Materi pelajarannya bisa diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa yang digunakan di 6.000 pulau berpenghuni di Indonesia.
Para guru juga dapat menggunakan AI untuk mengoptimalkan pembuatan rencana pembelajaran, memastikan waktu tambahan untuk bimbingan dan pendampingan berkualitas bagi siswa. (*) Ari Astriawan


