Moneter dan Fiskal

Dolar AS Tertekan, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.592

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat tipis 0,11 persen ke level Rp16.592 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/9/2025).
  • Penguatan rupiah didorong pelemahan dolar AS akibat kekhawatiran kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.
  • Sinyal beragam dari pidato pejabat The Fed turut menekan dolar AS, dengan proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp16.500–Rp16.650 per dolar AS hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (23/9/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.592 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,11 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.610 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh kekhawatiran kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump terkait pengenaan biaya USD100 ribu kepada pekerja visa.

Baca juga: JP Morgan Ramal Rupiah Menguat ke Rp16.100 per Dolar AS  di Akhir 2025

“Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah terbebani oleh kekuatiran kebijakan imigrasi Trump baru terkait pengenaan biaya USD100 ribu pada pekerja dengan visa H-1B,” kata Lukman, Selasa, 23 September 2025.

Selain itu, dolar AS juga tidak mendapat dukungan untuk menguat dikarenakan pidato dari pejabat Federal Reserve (the Fed) memberikan sinyal yang beragam terkait kebijakannya.

Baca juga: BI Stabilkan Rupiah Pascademo, Target Bisa Menguat ke Rp16.300 per Dolar AS

“Dolar AS juga tidak mendapatkan dukungan dari pidato-pidato pejabat the Fed semalam yang memberikan sinyal beragam,” tambah Lukman.

Berdasarkan sintimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.500 hingga Rp16.650 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akanberada di range Rp16.500 hingga Rp16.650 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago