Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi membuka Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2025. (Foto: M. ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan pada hari Rabu karena bertepatan dengan Hari Transportasi Umum.
“Mengenai hari, tentunya tidak hari Rabu. Kenapa tidak hari Rabu? Karena Rabu itu adalah hari transportasi umum,” kata Pramono dikutip ANTARA, Senin, 30 Maret 2026.
Baca juga: Gubernur Babel Perintahkan ASN Bersepeda demi Hemat BBM
Pramono menyampaikan, Pemprov DKI akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan WFH. Namun, penentuan hari pelaksanaan tetap disesuaikan dengan kebijakan daerah.
“Secara prinsip seperti yang saya katakan, pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi arahan dan juga peraturan yang akan dikeluarkan secara resmi dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya memastikan kebijakan WFH atau bekerja dari rumah mulai diterapkan setelah Lebaran sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Baca juga: Mensos Tegaskan Bakal Berhentikan ASN/P3K Indisipliner
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan itu berlaku bagi ASN dan diimbau pula untuk sektor swasta.
“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran, kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta, tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” kata Airlangga saat ditemui usai salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia juga menegaskan kebijakan WFH tersebut hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan.
Baca juga: Kebijakan WFH Segera Diumumkan, Purbaya Hitung Dampaknya ke Ekonomi dan Konsumsi BBM
Lebih lanjut, Airlangga menambahkan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More