Jakarta — Kondisi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 tentunya juga turut menggoyang dunia usaha di Indonesia, baik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga usaha yang berskala nasional pun juga tidak luput dari dampak negatif pandemi covid-19.
Mulai dari penurunan omset, pengurangan karyawan hingga menutup sementara kegiatan usaha pun banyak dialami oleh masyarakat bisnis
Indonesia. Oleh karena itu dinilai perlu adanya strategi nasional untuk memperbaiki kondisi masyarakat bisnis Indonesia, agar bisnisnya dapat bergerak
maksimal kembali dan omset optimal pun dapat dicapai.
Strategi nasional yang dapat dilakukan dalam memperbaiki iklim dunia usaha di Indonesia, khususnya UMKM, adalah dengan melakukan gotong royong berbasis voucher.
Salah satunya yang digagas Djuragan Kreatif Indonesia berupa Aplikasi Djuragan Voucher yang saat ini aplikasi ini dikembangkan sebagai aplikasi nirlaba untuk mendorong bangkitnya masyarakat bisnis Indonesia.
Salah satu pelaku bisnis Jaringan Kost Eksklusif D’Paragon, Syarief Hidayat, selaku CEO Dparagon, menyebutkan strategi nasional berasas gotong royong ini, sangat penting terutama di masa pandemi, di mana pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya promo dan pemasaran yang besar di tengah kondisi sulit sekarang ini.
“Dengan adanya Djuragan Voucher ini sangat membantu D’Paragon dalam bertahan selama pandemi ini. Kamu masih bisa memberikan program nginep dan ngekost gratis kepada konsumen. Sehingga kami tetap konsumen merasa sangat diringankan biaya hidupnya ketika mereka tinggal di dparagon,” tuturnya di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Djuragan Voucher terus berkolaborasi dengan pelaku bisnis maupun UMKM dalam mengalokasikan dana promosi mereka secara bergotong royong untuk saling menopang pemasaran. Dimana dalam gotong royong berbasis voucher ini masing-masing pelaku usaha menerbitkan voucher berupa potongan harga dihitung berdasarkan rasio biaya promo terhadap omset, yang biasa dikeluarkan guna kegiatan promo bisnisnya.
Dari masing-masing voucher yang diterbitkan pelaku-pelaku usaha tersebut maka dapat dilakukan strategi Gotong Royong Berbasis Voucher guna meningkatkan kunjungan kosumen, memperluas segmentasi konsumen dan meningkatkan nilai uang konsumen agar
omset pun meningkat
Hal Senada juga diungkap oleh Santi, pelaku usaha toko batik di Yogyakarta, yang mengklaim dirinya mampu memberikan berbagai program diskon kepada para konsumen dengan hanya memberikan voucher pelaku usaha lain yang belanja di tempatnya.
“Ini sangat signifikan, misal konsumen bisa saja berada di sebuah toko batik seperti di tempat saya, nah di situ pelaku usaha (toko batik) bisa memberikan voucher potongan harga makan, atau dia memberikan voucher di salon kecantikan sekaligus pada konsumennya, hal hal gotong royong seperti ini sangat membantu sehingga ini akan saling menguntungkan antara tempat usaha yang satu dengan yang lain,” ungkap Santi.
Agar kinerja gotong royong antar-pelaku usaha UMKM ini dapat berjalan maksimal tentunya wajib saling mengajak guna mendaftarkan lapak usahanya sebagai merchant penerbit voucher di aplikasi Djuragan Voucher. Hal ini dilakukan agar promo dan potongan harga yang dapat diberikan oleh para pelaku usaha kepada konsumen semakin banyak pilihannya, sehingga konsumen menjadi semakin tertarik dan merasa ringan jika berbelanja di lapak usaha UMKM Indonesia. (*)
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More