News Update

DJSN Dukung Penuh Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan

Depok – Dewan Jaminan Sistem Nasional (DJSN) mendukung penuh niatan Pemerintah untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2020 mendatang. DJSN menilai upaya tersebut untuk memitigasi defisit keuangan yang telah dialami BPJS Kesehatan.

Anggota Dewan Jaminan Sistem Nasional (DJSN), Ahmad Anshori menyebut, pada aspek pendanaan sendiri isu yang menjadi kunci adalah defisit yang ditandai dari angka klaim rasio mencapai 114 persen. Hal tersebut mencerminkan semua dana iuran yang terkumpul telah digunakan untuk mendanai manfaat, bahkan sebenarnya masih kurang. Selain itu juga, terjadi kenaikan biaya pelayanan kesehatan yang tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan iuran.

“Pada dasarnya harus seimbang antara pembayaran klaim dengan pendanaan,” kata Ahmad Anshori di Kampus UI Depok, Kamis, 10 Oktober 2019.

Dirinya menilai, penyebab utama defisit adalah nilai iuran lebih rendah dari kebutuhan ideal untuk mendanai manfaat (benefit) pelayanan kesehatan Program JKN-KIS. Nilai iuran yang ditetapkan selalu lebih rendah dari angka yang diusulkan dalam kajian aktuaria.

Oleh karena itu pihaknya terus merekomendasikan kenaikan iuran untuk menyelesaikan defisit. Tak hanya itu, penyelesaian defisit juga dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya mengontrol biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan pendapatan Program JKN-KIS dengan memastikan kepatuhan pembayaran peserta.

Selain itu, DJSN juga merekomendasikan intervensi sistemik yang menembak sumber masalah melalui rasionalisasi harga, pelembagaan sistem pengendalian dan pengontrol utilisasi (pemanfaatan pelayanan kesehatan) yang abnormal, penyesuaian nilai iuran serta perbaikan tata kelola dan manajemen kepesertaan. (*)

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

SMF Sebut Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More

53 mins ago

Istana Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas karena Program MBG

Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More

1 hour ago

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Insentif Naik dan Tunjangan Non-ASN Tembus Rp2 Juta

Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More

1 hour ago

Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More

2 hours ago

PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat PLN Mobile Selama Ramadan 2026

Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More

3 hours ago

DPK BTN Pontianak Tumbuh 11,8 Persen di 2025, FUM Naik 18 Persen YoY

Poin Penting DPK BTN Pontianak tumbuh 11,8% menjadi Rp444 miliar pada 2025, didorong peningkatan dana… Read More

3 hours ago