News Update

DJKN Incar Kontribusi UMKM di Sektor Ekspor Capai 21,6%

Jakarta – Sektor UMKM jadi salah satu bagian penting yang menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Untuk itu, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan RI ingin agar UMKM berkontribusi lebih banyak lagi pada pertumbuhan Indonesia melalui sektor ekspor hingga mencapai 21,6% di 2024

Rionald Silaban, Direktur Jenderal Kekayaan Negara mengungkapkan, UMKM memiliki potensi yang kuat untuk bersaing di pasar global. Meskipun demikian, baru 14% produk UMKM yang go internasional melalui jalur ekspor. Maka, pemerintah ingin terus mendorong partisipasi UMKM dalam sektor ekspor.

“Dari potensi yang ada, produk-produk yang dihasilkan UMKM cukup inovatif dengan daya produksi yang mumpuni dan dan mampu bersaing dengan produk asing. Menjadi tujuan pemerintah di 2024 untuk mendorong kontribusi produk UMKM didalam komoditas barang ekspor agar mencapai angka 21,6%,” jelas Rionald pada paparan virtualnya, Kamis, 12 Agustus 2021.

Lebih jauh, DJKN juga menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk turut mendorong partisipasi sektor UMKM di kancah global. Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas pun optimis, bahwa sinergi antara DJKN dan LPEI akan mampu mendorong sektor UMKM untuk lebih aktif lagi berpartisipasi pada ekspor.

Hingga Juni 2021, James melaporkan, LPEI sudah menyalurkan pembiayaan ekspor mencapai Rp90,2 triliun. Sebesar Rp14,5 triliun dari angka tersebut merupakan jumlah penyaluran pinjaman UMKM. Selain UMKM, LPEI menyalurkan pembiayaan paling besar ke sektor perkebunan dan perdagangan sawit.

Dalam menjalankan mandat non-financial, LPEI memiliki 2 program utama yaitu Rumah Ekspor (Service Center) dan Desa Devisa (Community Development). Dua program ini diharapkan mampu mendorong pembiayaan dan melancarkan upaya UMKM untuk bersaing di pasar global. (*)

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

6 mins ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

23 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

33 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

1 hour ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

1 hour ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

2 hours ago