Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 22,35 poin atau 0,43% ke 5.268,30 pada perdagangan awal pekan ini, Senin 5 Desember 2016.
Aksi beli saham unggulan kembali warnai penguatan indeks hari ini. Kondisi tersebut mendorong indeks LQ45 ditutup menguat 4,61 poin atau 0,52% ke level 885.17.
Alhasil, delapan sektoral saham dilantai bursa kompak berada di zona hijau, hanya dua setor saham yang melemah. Sektor tambang memimpin penguatan indeks sore ini sebesar 2,29%. Sementara sektor keuangan mencatatkan pelemahan tertinggi sebesar 0,16%.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan moderat, dimana frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 296.630 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 9,247 miliar saham senilai Rp5,45 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 141 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp1.250 ke Rp67.575, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp1.175 ke Rp13.475, United Tractors (UNTR) naik Rp525 ke Rp23.500, dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp375 ke Rp15.950.
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Matahari Department Store (LPPF) turun Rp500 ke Rp14.450, Delta Djakarta (DLTA) turun Rp200 ke Rp4.800, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp175 ke Rp11.125, dan Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp175 ke Rp42.225.(*) Dwitya Putra
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More