Internasional

Dituduh Merusak Mental Generasi Muda, Meta Digugat 41 Negara Bagian di AS

Jakarta – Meta Platforms Inc tengah dirundung masalah hukum setelah 41 negara bagian di Amerika Serikat (AS) menggugatnya karena dituduh merusak kesehatan jiwa generasi muda.

Gugatan sendiri telah diajukan pada Selasa (24/10) di Pengadilan federal Oakland, California. Sebab, Meta dengan sengaja memasang fitur adiktif di platform media sosialnya, Instagram dan Facebook, dan telah mengumpulkan data tentang anak-anak di bawah 13 tahun, tanpa persetujuan orang tua mereka, sehingga melanggar hukum federal.

Baca juga: Mark Zuckerberg Kembali PHK 10.000 Karyawan Meta

Jaksa Agung California Rob Bonta menjelaskan, dalam upaya meningkatkan keuntungan, Meta telah berulang kali menyesatkan masyarakat tentang bahaya besar produk-produknya. 

Di mana,  Meta telah menyembunyikan cara Instagram dan Facebook mengeksploitasi dan memanipulasi konsumen, remaja, dan anak-anak yang paling rentan.

“Kami mengetahuinya, dari penyelidikan kami, dan pengungkapan oleh mantan orang dalam, bahwa perusahaan mengetahui bahwa Instagram berbahaya bagi sebagian besar remaja, terutama remaja perempuan,” katanya dikutip VOA Indonesia, Kamis, 26 Oktober 2023.

Baca juga: Ada Misi Mulia di Balik Duel Panas Elon Musk vs Mark Zuckerberg, Apa Itu?

Sementara itu, Meta mengatakan bahwa perusahaan mereka telah memperkenalkan lebih dari 30 cara untuk mendukung remaja dan keluarga mereka.

Perusahaan ini juga mengatakan bahwa mereka kecewa karena selama ini telah  bekerja secara produktif dengan perusahaan-perusahaan dalam industri ini.

Namun, alih-alih menciptakan standar yang jelas dan sesuai usia untuk banyak aplikasi yang digunakan remaja justru jaksa agung lebih memilih jalan ini. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

2 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

8 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

8 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

8 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

8 hours ago