Ilustrasi: IHSG hari ini dibuka di zona merah. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (20/11) berhasil ditutup pada zona hijau pada level 6.994 atau menguat 0,25 persen dari dibuka pada level 6.977 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Kemudian, hampir seluruh sektor juga mengalami penguatan dengan sektor infrastruktur menguat 3,30 persen, sektor siklikal menguat 0,91 persen, sektor teknologi menguat 0,89 persen, sektor industrial menguat 0,50 persen.
Baca juga: Soal Pembukaan Kode Broker Saham, Begini Jawaban OJK
Serta, sektor energi menguat 0,45 persen, sektor transportasi menguat sebesar 0,15 persen, sektor keuangan menguat 0,09 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,06 persen.
Di samping itu, tiga sektor lainnya alami pelemahan, dengan sektor bahan baku melemah 1,19 persen, sektor properti melemah 0,39 persen, dan sektor non-siklikal melemah 0,25 persen.
Lalu, seluruh indeks mengalami penguatan, dengan IDX30 menguat sebesar 0,21 persen menjadi 475,27, LQ45 menguat 0,14 persen menjadi 918,68, JII menguat 0,32 persen menjadi 519,74, dan SRI-KEHATI menguat 0,03 persen menjadi 422,80.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 281 saham terkoreksi, 238 saham menguat, dan 238 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 17,04 miliar saham diperdagangkan dengan 1,07 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp8,23 triliun.
Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Bos BEI Optimistis Pasar Modal Bakal Bergerak Positif
Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), PT Metro Realty Tbk (MTSM), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS). Sedangkan saham top losers adalah PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), dan PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Puri Global Sukses Tbk (PURI), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More