Ekonomi dan Bisnis

Ditopang Segmen Ini, Emiten Hotel Sahid Jaya Bukukan Kenaikan Pendapatan 47,51 Persen

Jakarta – PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) membukukan kenaikan pendapatan sebesar Rp133,10 miliar sepanjang 2023. Pendapatan ini melonjak 47,51 persen year on year (yoy), ketimbang Rp90,23 miliar di tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan berimbas pada profitabilitas perseroan. SHID menekan angka kerugian dari Rp30,17 miliar di 2022 menjadi Rp22,56 miliar. Angka itu menyusut 25,21 persen secara tahunan. Perseroan juga mencatatkan kenaikan average room rate sebesar 3,62 persen.

Hal itu diungkapkan Hengky Roy, Direktur PT Hotel Sahid Jaya International Tbk dalam public expose yand digelar virtual, Jum’at, 28 Juni 2024. Menurutnya, pendapatan Perseroan masih didominasi segmen food and beverage (F&B). Porsi segmen ini mengalami kenaikan 8 persen, dari 51 persen menjadi 59 persen.

“Perseroan juga menyadari bahwa masih terdapat potensi untuk peningkatan lebih lanjut khususnya dalam pendapatan dari sektor kamar. Perseroan tentunya terus merencanakan langkah-langkah serta upaya untuk meningkatkan occupancy kamar dengan pemasaran dan promosi yang lebih gencar serta melakukan renovasi kamar-kamar untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan sehingga diharapkan dapat mendongkrak average room rate,” papar Hengky.

Baca juga: Cerestar Indonesia Targetkan Pendapatan Tumbuh 10 Persen di 2024, Ini Strateginya

Hengky menambahkan, tahun 2023 menjadi momentum perseroan untuk mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan. SHID juga melakukan berbagai pengembangan dan peningkatan fasilitas sepanjang 2023. Termasuk juga melakukan renovasi kamar dan ballroom untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Langkah ini diyakini akan mendongkrak pendapatan SHID di tahun-tahun mendatang.

Di tahun 2023 juga, SHID melakukan relaunching kerja sama pengelolaan hotel syariah pertamanya, yakni mengelola Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention yang berlokasi di Kota Kendari pada Mei 2023 lalu. Selain itu juga, Perseroan telah melakukan signing management agreement dengan Menantu Resort pada tanggal 19 Juni 2023 yang berlokasi di Bandung Timur. Dengan ekspansi bisnis yang telah dilakukan pada tahun 2023 tersebut, Perseroan optimis untuk dapat mencapai pertumbuhan pendapatan pada tahun-tahun berikutnya.

Tahun ini, SHID menargetkan ekspansi bisnisnya dengan melakukan kerja sama pengelolaan Hotel Sahid Vanilla Nagoya Batam yang berlokasi di Nagoya Batam. Dengan pengembangan bisnis yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan performa kinerja serta peningkatan pendapatan Perseroan.

“Target pertumbuhan tahun ini 5 persen sampai 10 persen. Kami di 2024 menargetkan reveneu Rp140 miliar. Diharapkan tahun net income kita sudah berkurang minusnya. Dan targetnya bisa positif di 2025,” terang Hengky.

Baca juga: Pendapatan Naik 14,1 Persen, Laba Bersih Summarecon Jadi Rp1,05 Triliun di 2023

Selain melakukan pengembangan dan optimalisasi fasilitas, SHID juga terus berupaya meningkatkan efisiensi biaya operasional, dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan proses bisnis untuk dapat memaksimalkan margin laba yang dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan.

Henky mencontohkan, tahun lalu cost of sales hanya mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan, yaitu sebesar 0,85 persen. Sedangkan administrative and general expenses bisa ditekan turun 23,27 persen.

“Perseroan akan terus berupaya untuk melakukan inovasi dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan melanjutkan program renovasi kamar dan fasilitas pendukung lainnya dengan memastikan bahwa kamar-kamar tetap modern, nyaman dan memenuhi standar terkini sehingga dapat terus menarik perhatian dan kepercayaan dari para tamu,” pungkas Hengky. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

26 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

12 hours ago