Perbankan

Ditopang Kinerja Solid, BRIS Ungguli Saham Bank Lain

Poin Penting

  • Laba BSI tumbuh 8,02 persen yoy menjadi Rp7,57 triliun pada 2025, ditopang pembiayaan yang naik 14,49 persen yoy ke Rp319 triliun.
  • Bisnis emas melesat 78,60 persen yoy menjadi Rp22,9 triliun, menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan.
  • Saham BRIS unggul di antara bank besar, naik 15,87 persen secara bulanan dan 8,07 persen ytd; perdagangan terakhir bergerak di kisaran Rp2.410–2.420 per saham.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI telah mencatatkan kinerja yang positif di sepanjang 2025 dengan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun atau tumbuh 8,02 persen secara tahunan (yoy).

Capaian laba tersebut ditopang pembiayaan BSI yang tumbuh 14,49 persen yoy menjadi Rp319 triliun hingga Desember 2025. Kenaikan pembiayaan tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis emas yang tumbuh signifikan sebesar 78,60 persen yoy menjadi Rp22,9 triliun.

“Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ucap Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI, dalam keterangan resmi dikutip, 10 Februari 2026.

Baca juga: Intip Kinerja Bisnis Emas BSI Setelah Berstatus Bullion Bank

Saham BRIS

Berkat hal itu, data Bloomberg pada penutupan perdagangan Senin, 9 Februari 2026 menunjukkan bahwa saham BRIS cukup perkasa dibandingkan saham top 10 bank di Indonesia. 

Kemudian, secara bulanan saham BRIS naik 15,87 persen, tertinggi dibanding bank lain. Begitu pun data historis year to date (ytd) saham BRIS naik 8,07 persen.

Baca juga: Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Dengan fundamental kinerja yang positif dan historis kinerja satu bulan dan tiga bulan juga mengungguli saham perbankan, saham BRIS layak dikoleksi.

Sementara untuk perdagangan hari ini, 10 Januari 2026 harga saham BRIS bergerak flat cenderung menguat dalam rentang level Rp2.410-2.420 per saham. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

3 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

4 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

4 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

18 hours ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

1 day ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

1 day ago