Ilustrasi: Gedung BSI/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI telah mencatatkan kinerja yang positif di sepanjang 2025 dengan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun atau tumbuh 8,02 persen secara tahunan (yoy).
Capaian laba tersebut ditopang pembiayaan BSI yang tumbuh 14,49 persen yoy menjadi Rp319 triliun hingga Desember 2025. Kenaikan pembiayaan tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis emas yang tumbuh signifikan sebesar 78,60 persen yoy menjadi Rp22,9 triliun.
“Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ucap Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI, dalam keterangan resmi dikutip, 10 Februari 2026.
Baca juga: Intip Kinerja Bisnis Emas BSI Setelah Berstatus Bullion Bank
Berkat hal itu, data Bloomberg pada penutupan perdagangan Senin, 9 Februari 2026 menunjukkan bahwa saham BRIS cukup perkasa dibandingkan saham top 10 bank di Indonesia.
Kemudian, secara bulanan saham BRIS naik 15,87 persen, tertinggi dibanding bank lain. Begitu pun data historis year to date (ytd) saham BRIS naik 8,07 persen.
Baca juga: Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025
Dengan fundamental kinerja yang positif dan historis kinerja satu bulan dan tiga bulan juga mengungguli saham perbankan, saham BRIS layak dikoleksi.
Sementara untuk perdagangan hari ini, 10 Januari 2026 harga saham BRIS bergerak flat cenderung menguat dalam rentang level Rp2.410-2.420 per saham. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More
Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More
Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More