Ekonomi dan Bisnis

Ditopang Kenaikan Pendapatan, WIR Group Raup Laba Rp48,1 M di 2022

Jakarta – PT WIR Asia Tbk (WIR Group) mencatatkan kinerja positif selama 2022. Perusahaan pengembang solusi platform teknologi business to business to customer (B2B2C) berbasis sofware as a service (SaaS) ini membukukan kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 180% year on year (yoy), atau menjadi Rp1,69 triliun pada 2022. Pertumbuhan pendapatan mendorong kenaikan laba WIR Group menjadi Rp48,1 miliar, atau tumbuh 95,3%.

Kenaikan pendapatan dan profitabilitas perseroan disokong recurring income yang berasal dari unit bisnis DAV, Mindstores, dan Minar, yang merupakan solusi platform teknologi B2B2C berbasis BaaS. Segmen penjualan barang dan komisi via platform serta promosi dan iklan via platform masing-masing berkontribusi 79,7% atau setara Rp1,35 triliun dan 10,2% atau setara Rp172,4 miliar.

Direktur Utama WIR Group, Michael Budi Wirjatmo mengatakan, tahun 2022 menjadi salah satu milestone penting bagi perseroan. WIR Group resmi melantai di bursa pada April 2022 dan mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

“Performa positif ini ditunjang oleh pertumbuhan dan pengembangan secara holistik dari unit-unit bisnis perseroan melalui realisasi strateginya, baik terhadap unit bisnis B2B maupun platform solusi B2B2C yang didukung dengan pengunaan dana hasil IPO yang optimal,” ujar Michael dalam keterangan resmi, Jum’at, 31 Maret 2023.

Pencapaian pada 2022, lanjut Michael, membawa optimisme bagi perseroan untuk melanjutkan momentum pertumbuhan di masa mendatang. WIR Group akan menjalankan strategi pertumbuhan dan menjaga inovasi dalam industri teknologi berbasis AR (augmented reality), VR (virtual reality), dan AI (artificial intellegence) secara konsisten.

WIR Group kan terus berupaya membentuk ekosistem industri pengembangan teknologi yang dapat mengintegrasikan online to offline, dan mendukung misi edukasi teknologi web 3.0 menuju era smart society.

“Kami meyakini bahwa yang dijalankan saat ini dapat memberikan peluang ekonomi baru dan mendukung proses akselerasi transformasi digital di Indonesia,” pungkas Michael. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 jadi 4,7 Persen

Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More

3 mins ago

Ahli Usul RUU Perampasan Aset Difokuskan Jerat Pejabat Publik

Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More

28 mins ago

Bank Amar Bidik UMKM untuk Perkuat Ekonomi Digital

Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More

56 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Melemah ke 7.268, Sektor Industri Pimpin Pelemahan

Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More

2 hours ago

Prabowo: Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Harga Avtur Naik

Poin Penting Pemerintah memastikan biaya haji 2026 turun Rp2 juta meski harga avtur naik. Kenaikan… Read More

3 hours ago

Menimbang Kriteria Calon Dirut BEI

Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More

3 hours ago