Perbankan

Ditopang Faktor Ini, Laba Bank Jatim Melonjak 23,66 Persen Jadi Rp1,15 T di Q3 2025

Poin Penting

  • Bank Jatim mencatat laba bersih Rp1,15 triliun pada kuartal III 2025, tumbuh 23,66% yoy berkat peningkatan pendapatan bunga dan efisiensi biaya.
  • Dana pihak ketiga (DPK) naik 13,51% menjadi Rp99,32 triliun, dengan porsi CASA mencapai 58,39%, menandakan struktur pendanaan yang kuat.
  • Rasio keuangan tetap solid, dengan CAR 23,14%, NIM 6,09%, dan ROA 12,36%, mencerminkan kinerja profitabilitas yang sehat.

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan pertumbuhan kinerja yang solid pada kuartal III (Q3) 2025. Secara konsolidasi, bank berkode saham BJTM ini mengantongi laba bersih Rp1,15 triliun, atau melonjak 23,66 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Rp930,06 miliar pada September 2024.

Mengacu laporan keuangan publikasi triwulan III 2025, pertumbuhan laba Bank Jatim ditopang peningkatan signifikan pada pendapatan bunga. Perseroan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp7,43 triliun, naik 28,55 persen dari Rp5,78 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban bunga turut meningkat 26,09 persen, dari Rp1,84 triliun menjadi Rp2,32 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih BPD terbesar kedua di Indonesia ini mencapai Rp5,10 triliun, melonjak 29,11 persen dibandingkan Rp3,95 triliun pada Q3 2024.

Baca juga: Bank Jatim Sabet Penghargaan Top 20 Financial Institutions 2025 dari The Finance

Dari sisi intermediasi, sepanjang sembilan bulan pertama 2025, Bank Jatim menyalurkan kredit sebesar Rp65,46 triliun, tumbuh 6,63 persen secara tahunan. Adapun pembiayaan syariah juga meningkat 4,16 persen, dari Rp13,96 triliun menjadi Rp14,79 triliun.

Kualitas aset juga terjaga baik dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) di level 2,00 persen. Meski naik tipis dari 1,52 persen pada periode sama tahun lalu, rasio ini masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Dari sisi penghimpunan dana, BJTM berhasil mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,51 persen menjadi Rp99,32 triliun, dari Rp87,50 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Komposisi DPK masih didominasi oleh dana murah (CASA) dengan porsi 58,39 persen dari total DPK.

Baca juga: Purbaya Tak Paksa Bank Jakarta dan Bank Jatim Terima Dana Pemerintah

Total aset Bank Jatim pun menembus Rp125,11 triliun per September 2025, meningkat dari Rp106,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio Keuangan Tetap Kuat

Rasio-rasio keuangan Bank Jatim juga menunjukkan kinerja solid. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap tebal di posisi 23,14 persen.

Baca juga: Jaga Kinerja, Bank Jatim Beberkan 3 Fokus Utama di Paruh Kedua 2025

Sisi rentabilitas menunjukkan peningkatan signifikan. Net interest margin (NIM) meningkat dari 5,72 persen menjadi 6,09 persen. Pun demikian dengan rasio return on asset (ROA) yang meningkat dari 11,57 persen menjadi 12,36 persen.

Sedangkan rasio return on equity (ROE) tercatat di posisi 1,76 persen, membaik dari 1,63 persen pada September 2024. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

28 seconds ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

11 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

14 mins ago

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

29 mins ago

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

1 hour ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

1 hour ago