Poin Penting
Jakarta – Mesin bisnis PT Bank BPD DIY menderu kencang sepanjang 2025. Bank yang dipimpin Santoso Rohmad sebagai direktur utama ini mengantongi laba bersih sebesar Rp340,98 miliar, atau meningkat 7,45 persen year on year (yoy) ketimbang Rp317,34 miliar di tahun sebelumnya.
Operasional yang semakin efisien menjadi salah satu penopang kinerja laba Bank BPD DIY. Mengutip laporan keuangan perseroan, 9 Maret 2026, sepanjang 2025, BPD ini tercatat menyalurkan kredit Rp10,25 triliun, atau tumbuh tipis 1,38 persen secara tahunan.Sementara, pembiayaan syariah meningkat 23,42 persen, atau menjadi Rp1,37 triliun.
Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mengalami kenaikan 10,71 persen, dari Rp13,63 triliun menjadi Rp15,09 triliun. Struktur DPK masih didominasi dana murah (CASA) dengan porsi 76,54 persen terhadap total DPK.
Baca juga: Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital
Porsi CASA yang dominan membuat Bank BPD DIY mampu menekan beban bunga menjadi Rp222,60 miliar, atau tumbuh minus 6,72 persen dibandingkan Rp238,64 miliar di tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan bunga naik 3,65 persen, dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,42 triliun.
Alhasil, pendapatan bunga bersih Bank BPD DIY pun terdongkrak 5,31 persen, dari Rp1,13 triliun menjadi Rp1,19 triliun. Perseroan pun mengakhiri tahun 2025 dengan raihan laba bersih Rp340,98 miliar, atau meningkat 7,45 persen secara tahunan.
Keberhasilan Bank BPD DIY menjalankan bisnis secara efisien juga tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level 71,54 persen di akhir 2025, berbanding 73,55 persen di tahun sebelumnya.
Sementara dari sisi aset, Bank BPD DIY tercatat memiliki total aset Rp22,21 triliun per akhir 2025, atau naik 8,71 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Membaca Data Sritex: Antara Fakta Keuangan dan Narasi Kriminalisasi Bankir BPD
Adapun rasio kecukupan modal terjaga di level 39,63 persen. Kondisi ini mencerminkan Bank BPD DIY mempunyai bantalan kokoh untuk melakukan ekspansi bisnis ke depan. Apalagi dari sisi likuiditas, modal tebal itu pun diimbangi dengan loan to deposit ratio (LDR) di level 76,45 persen. Dengan kata lain, Bank BPD DIY masih mempunyai ruang besar untuk memacu mesin bisnisnya lebih kencang.
Namun, ekspansi bisnis tentu harus dibarengi kehati-hatian. Tren rasio kredit bermasalah (NPL) cenderung naik. Di akhir 2025, rasio NPL bank ini tercatat di level 3,00 persen (gross), naik tipis dari 2,59 persen di tahun sebelumnya. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More
Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More
Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More
Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More