Nasional

Dito Ariotedjo, Anak Mantan Direktur Antam Ditunjuk Jadi Menpora

Jakarta – Bertempat di Istana Negara, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Ario Bimo Nandhito Ariotedjo atau dikenal dengan Dito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) baru, Senin, 3 April 2023.

Politikus Partai Golkar yang baru berusia 32 tahun ini, menggantikan posisi Zainudin Amali yang mundur dari jabatan Menpora. Zainudin mundur karena menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mendampingi Erick Thohir sebagai Ketua PSSI.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab,” tutur Dito saat membacakan sumpah jabatan.

Saat ini, Dito merupakan menteri termuda di kabinet Jokowi. Dia diketahui merupakan anak dari Arie Prabowo Ariotedjo, mantan Direktur PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Pada 2018, dia pernah ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia sebagai Chef de Mission (CdM) atau Ketua Kontingen Indonesia pada perhelatan Youth Olympic Games 2018 di Buenos Aries, Argentina.

Masih di dunia olahraga, dia juga dipercaya sebagai Dewan Penasihat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) masa jabatan 2019-2023.

Sebagai Menpora baru, Dito langsung dihadapkan sejumlah permasalahan yang terjadi. Salah satunya adalah kasus gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Ini tentunya harus menjadi evaluasi tersendiri.

Beberapa bulan ke depan, Indonesia menjadi salah satu tuan rumah FIBA World Cup 2023 bersama dengan Filipina dan Jepang. Event ini akan digelar pada 25 Agustus hingga September 2023.

Patut kita tunggu gebrakan dari Dito dalam memajukan olahraga nasional. Selamat bertugas!(*)

Galih Pratama

Recent Posts

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

4 mins ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

22 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

31 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

1 hour ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

1 hour ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

2 hours ago