Music

Ditinggal Lisa, Jennie dan Jisoo Blackpink, Saham YG Entertainment Anjlok 13,28 Persen

Jakarta  – Saham agensi popular K-Pop, YG Entertainment anjlok 13,28 persen pada penutupan perdagangan Kamis (21/9), pasca tiga member Blackpink dikabarkan tidak melanjutkan kontrak baru dengan label tersebut.

Berdasarkan data Google Market Summary, saham YG Entertainment ditutup pada level terendah dalam hampir lima bulan di level 69.200 won (USD51,68) per saham. Kondisi ini menjadi level terendah sejak penutupan  pada 11 Mei di level 66.700 won.

Baca juga: Bikin Melongo, Blackpink Raup Cuan Hingga Rp15 Miliar dari Youtube

Dilaporkan media Korea Selatan Sport Seoul,  Lisa, Jennie dan Jisoo akan melakukan tanda tangan kontrak dengan label lain. Artinya, hanya tinggal Rosé yang bakal melanjutkan kontraknya dengan YG Entertainment. 

Keputusan tersebut dikabarkan sudah mencapai tahap finalisasi. Meski begitu, para penggemar tidak perlu khawatir lantaran disebutkan bahwa Blackpink tidak akan bubar.

Keempat member Blackpink tersebut tetap akan berkolaborasi meski bernaung di bawah manajemen yang berbeda sehingga memungkinkan untuk para member tampil sebagai grup selama enam bulan dalam setahun.

Baca juga: Catat! Daftar 5 Konser Musik Keren di Tahun 2023

Sementara itu, dilaporkan Reuters, pihak YG Entertainment telah mengeluarkan pernyataan bahwa pembicaraan kontrak dengan member Blackpink masih berlangsung sehingga belum ada yang diputuskan. 

Diketahui, laporan tersebut muncul setelah Lisa, member asal Thailand, dikabarkan menolak dua tawaran perpanjangan kontrak dari YG Entertainmet, dengan nilai kontrak fantastis senilai 50 miliar won Korea Selatan atau sekitar Rp557,96 miliar. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

2 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

8 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

8 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

8 hours ago