Jakarta – Meski gempuran e-commerce mulai dirasakan oleh peritel konvensional, tapi Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok masih mampu bertahan.
Pengawas Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Alex Suharly mengatakan pusat perbelanjaan yang sudah beroperasi sejak Februari 2006 itu mencetak nilai transaksi hingga trilyunan rupiah tiap tahunnya. Sebagian besar produk yang dijual berupa perkakas, alat pertukangan, dan alat permesinan.
“Saat ini, LTC Glodok memiliki kurang lebih 3.000 kios dengan jumlah pedagang yang mencapai ribuan dan okupansi 100%. Kalaupun ada kios kosong, itu dipakai untuk gudang mereka,” kata Alex di Jakarta, Selasa, 5 September 2017.
LTC Glodok mempunyai luas 2,6 hektare dan terdiri dari 6 lantai. Itu pun belum termasuk hotel, restoran, karaoke, dan ballroom.
Alex melanjutkan nilai transaksi yang besar didasari oleh banyaknya varian barang yang dijual dan para pedagang pun melayani pembelian dalam bentuk eceran maupun partai besar. Adapun jumlah pengunjung yang datang mencapai lebih dari 50.000 orang per hari. Selain dari Jakarta, konsumennya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Di sisi keaslian barang, pihak LTC Glodok juga menyatakan produk yang dijual terjamin keasliannya,” tuturnya. (*)
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More