Jakarta – Founder dan CEO Gojek, Nadiem Makarim mengaku telah keluar dari struktur organisasi kepemimpinan Go-jek setelah dipanggil di Istana Kepresidenan guna memenuhi panggilan Presiden Jokowi untuk ketersediaannya mengisi jajaran menteri.
“Posisi saya di Gojek sudah mundur, sama sekali tidak ada posisi dan kekuasaan apapun. Mulai hari ini, saya tidak ada posisi dan kewenangan lagi di Gojek,” kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 21 Oktober 2019.
Nadiem mengaku siap mengabdi kepada negara bila memang dibutuhkan untuk dapat mengisi jabatan sebagai menteri pada Preiode Kedua Pemerintahan Jokowi. Menurutnya, upaya yang telah dilakukannya dalam perusahan Ojek Online tersebut merupakan perjalanan pengabdiannya untuk memajukan ekonomi masyarakat. Gojek sendiri hingga saat ini mampu menyandang status decacorn, yang bervaluasi 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 142 triliun.
Nadiem tiba di Istana Kepresidenan dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Seperti diketahui, Jokowi pada hari ini telah memanggil beberapa nama untuk menanyakan ketersediaan mengisi jabatan menteri kabinet. Beberapa nama yang terlihat hadir ialah Nadiem Makarim, Mahfud MD, Eric Tohir dan Wishnutama. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More