Keuangan

Ditanya Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Begini Jawaban Jasindo

Poin Penting

  • Jasindo siap jalankan konsolidasi asuransi BUMN sesuai arahan pemerintah dalam ekosistem Indonesia Financial Group (IFG)
  • Manajemen menegaskan akan mengikuti keputusan pemegang saham, karena konsolidasi merupakan mandat yang harus dijalankan perusahaan pelat merah
  • Soal kemungkinan Jasindo menjadi entitas utama holding asuransi BUMN, perusahaan menyatakan keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah dan pemegang saham.

Jakarta – Wacana konsolidasi perusahaan asuransi milik negara kembali mencuat seiring langkah pemerintah menata ulang industri keuangan pelat merah.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan bahwa perusahaan pada prinsipnya siap menjalankan mandat yang ditetapkan pemerintah, terutama dalam konteks konsolidasi perusahaan asuransi BUMN yang berada di bawah ekosistem Indonesia Financial Group (IFG).

Sebagai bagian dari IFG, lanjut Brellian, arah kebijakan strategis perusahaan tetap mengacu pada keputusan pemegang saham dan pemerintah.

Baca juga: Lindungi Pemudik, Jasindo Tawarkan Asuransi Mulai Rp10 Ribu

“Intinya kami selalu siap. Sebagai anggota IFG, kami tentu mengikuti arahan pemerintah. Kalau pemerintah bilang siap-siap, ya kami siap-siap,” ujar Brellian saat ditemui usai acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (11/3).

Ia menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari mandat yang harus dijalankan oleh perusahaan pelat merah. Karena itu, perusahaan tidak memiliki ruang untuk menolak kebijakan yang telah ditetapkan pemegang saham.

Baca juga: Prabowo Siapkan Utusan Khusus Presiden untuk Awasi BUMN

Saat ditanya mengenai kemungkinan Asuransi Jasindo menjadi entitas utama dalam struktur holding asuransi BUMN yang tengah diwacanakan, Brellian tidak memberikan jawaban pasti.

Ia menegaskan bahwa keputusan strategis tersebut sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.

“Kami mengikuti arahan pemegang saham dan pemerintah. Soal struktur atau siapa yang akan memimpin, itu keputusan bapak-bapak di atas,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Di Tengah Dinamika Global, Aset BPKH Tembus Rp238,99 Triliun di 2025

Poin Penting Aset Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencapai Rp238,99 triliun pada 2025, tumbuh 8,12%… Read More

6 mins ago

Ketua Banggar DPR Minta Pemerintah Perkuat APBN, Usulkan 4 Kebijakan Ini

Poin Penting Banggar DPR mengusulkan empat langkah strategis untuk menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian… Read More

25 mins ago

BCA Tebar Dividen Rp41,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Poin Penting PT Bank Central Asia Tbk membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp41,3 triliun… Read More

28 mins ago

RUPST FIF Rombak Pengurus, Ini Sususan Terbarunya

Poin Penting RUPST FIF 2025 merombak pengurus, dengan Siswadi menjadi Presiden Komisaris dan Indra Gunawan… Read More

48 mins ago

Penerimaan Bea Cukai Anjlok 13,4 Persen di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Februari 2026 mencapai Rp44,9 triliun, turun 14,7% yoy.… Read More

1 hour ago

Dirjen Pajak: 99 Persen ASN Kemenkeu Lapor SPT Tahunan via Coretax

Poin Penting Sekitar 99 persen ASN Kementerian Keuangan telah lapor pajak SPT Tahunan melalui sistem… Read More

1 hour ago