Keuangan

Disrupsi Teknologi, Askrindo Sosialisasikan Pembelian Asuransi Suretyship Secara Digital

Jakarta –   Adaptasi teknologi pada industri asuransi menjadi salah satu bentuk transformasi bisnis yang terus dilakukan. Dengan digitalisasi, produk serta proses bisnis dapat semakin efektif dan efisien ke tangan nasabah. 

Hal itulah yang saat ini gencar dilakukan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk mempermudah nasabah dalam pengajuan produk.

Sebagai perusahaan asuransi, Askrindo juga menggunakan enam jaringan bisnis digital seperti host to host, portal, platform partner, mobile apps, microsite, dan mobile apps serta akan terus memperluas jaringan bisnis digital untuk mempermudah nasabah. 

Baca juga : Digiask by Askrindo Beri Perlindungan di Tempat Wisata, Ini Keuntungannya

Askrindo melakukan kerja sama dalam hal mendisrupsi dan memodernisasi pengadaan di era digital saat ini. Direktur Teknik Askrindo, Vincentius Wilianto, mengatakan bahwa Askrindo turut serta dalam disrupsi digital, khususnya untuk proses tender dengan Pengadaan.com tahun lalu.  

“Askrindo terus beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang ada, begitupun dalam hal pengajuan produk Suretyship yang sebelumnya principal harus datang ke kantor cabang, sekarang cukup mengajukan melalui platform pengadaan.com,” katanya, dikutip Kamis, 7 Maret 2024.

Menurutnya, hal tersebut tidak hanya mendisrupsi proses bisnis akan tetapi kerjasama ini juga bisa menjadi literasi kepada customer melalui sosialisasi seperti ini terkait pengajuan Suretyship secara digital.

Baca juga : Askrindo Gandeng 4 BPD, Dukung Ketahanan Pangan Lewat Kredit Usaha Alsintan

Sistem IT dikembangkan dengan mengikuti arah strategis perusahaan, dengan adanya digitalisasi, diharapkan layanan Suretyship ini dapat menjembatani proses pekerjaan yang lebih cepat dan aman. 

“Di samping itu, Askrindo dan pengadaan.com juga berkomitmen untuk terus mengembangkan produk-produk lainnya,” pungkasnya. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

18 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

27 mins ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

47 mins ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

50 mins ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

1 hour ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

1 hour ago