Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara (kedua kanan) berbincang dengan Kepala Departemen Komunikasi BI Tirta Segara (kiri), Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi (kedua kiri), Pengamat Ekonomi Lana Soelistianingsih (tengah), dan Group Head Treasury Bank Mandiri Farida Thamrin (kanan) usai menjadi pembicara pada diskusi ekonomi di Jakarta, Senin 3 Juli 2017. Diskusi tersebut bertema Giro Wajib Minimum (GWM) Averaging, Dampaknya Terhadap Stabilitas Moneter dan Pertumbuhan Ekonomi. BI mengeluarkan instrumen moneter GWM, yang diharapkan akan mengurangi risiko pengetatan likuiditas pada perbankan.
Poin Penting Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipicu premi risiko global, meski fundamental… Read More
Poin Penting BI proyeksikan ekonomi kuartal I 2026 tetap tinggi, didorong konsumsi rumah tangga, stimulus… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026). Sebanyak 366… Read More
Poin Penting BI mencatat kredit perbankan Januari 2026 tumbuh 9,96 persen yoy, naik tipis dari… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk fokus jaga kualitas pembiayaan lewat strategi ekosistem dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan 2025 melambat ke 9,69% (yoy), dipicu turunnya permintaan kredit konsumsi… Read More