Market Update

Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri Imbas IHSG Ambruk Dua Hari Beruntun

Poin Penting

  • Dirut BEI Iman Rachman mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas IHSG yang mengalami trading halt dua hari berturut-turut, seraya berharap pasar modal segera membaik
  • IHSG anjlok tajam hingga memicu trading halt pada 28 dan 29 Januari, masing-masing setelah turun 8 persen dan kembali ambles ke level 7.654
  • Tekanan pasar dipicu keputusan MSCI yang membekukan saham Indonesia dari rebalancing indeks Februari 2026; BEI menunjuk PLT sesuai anggaran dasar.

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Utama (Dirut) BEI, Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari ini, 30 Januari 2026. Pengunduran dirinya tersebut imbas dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami trading halt dua hari terakhir.

“Saya sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia,” kata Iman kepada media di Jakarta.

Iman berharap, dengan keputusan tersebut pasar modal Indonesia akan menjadi lebih baik lagi.

“Saya percaya bahwa ini bentuk tanggung jawab saya dan sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia. Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” imbuhnya.

Baca juga: IHSG Rebound! Dibuka Naik 1 Persen Lebih ke Posisi 8.326

Lalu, terkait dengan dokumentasi administrasi akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar BEI. Sebagai pengganti Iman, BEI akan menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) berdasarkan aturan yang berlaku.

Diketahui, Iman Rachman menjabat sebagai dirut BEI sejak 2022. Masa jabatannya akan berakhir pada 2026.

IHSG Anjlok dan Trading Halt

Diketahui dalam dua hari terakhir, IHSG mengalami dua kali trading halt. Pertama, trading halt diberlakukan pada 28 Januari 2026 setelah ambles 8 persen ke posisi 8.261,78 tepatnya pukul 13.43.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). 

Baca juga: IHSG Ambruk, Bos Danantara: Evaluasi MSCI Jadi “Wake-up Call” bagi BEI

Kemudian, trading halt kedua terjadi pada hari berikutnya, yakni 29 Januari 2026 setelah anjlok ke posisi 7.654,66 pada pukul 09.26.01 waktu JATS.

Hal tersebut dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan saham Indonesia dari rebalancing indeks Februari 2026. Ini terkait dengna transparansi data terkait saham free float. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipicu premi risiko global, meski fundamental… Read More

3 hours ago

BI Optimistis Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Tinggi, Ini Pendorongnya

Poin Penting BI proyeksikan ekonomi kuartal I 2026 tetap tinggi, didorong konsumsi rumah tangga, stimulus… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Terkoreksi, Turun ke Level 8.274

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026). Sebanyak 366… Read More

3 hours ago

BI Catat Kredit Perbankan Januari 2026 Tumbuh 9,96 Persen

Poin Penting BI mencatat kredit perbankan Januari 2026 tumbuh 9,96 persen yoy, naik tipis dari… Read More

4 hours ago

Bank Aladin Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan Lewat Strategi Ekosistem

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk fokus jaga kualitas pembiayaan lewat strategi ekosistem dan… Read More

4 hours ago

Bos BRI Ungkap Alasan Kredit Perbankan Melambat di 2025

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan 2025 melambat ke 9,69% (yoy), dipicu turunnya permintaan kredit konsumsi… Read More

4 hours ago