Jakarta – Shadiq Akasya, Direktur Utama BNI Life yang baru dilantik bulan Juni lalu memasang target pertumbuhan premi bruto di atas target industri yang berkisar 20-30%. Hingga akhir 2018, BNI Life mengincar pertumbuhan premi sampai 35%.
Berdasarkan data Biro Riset Infobank (Birl), pada 2017 BNI Life meraih kinerja apik. Premi brutonya tumbuh 20,34% menjadi Rp 5,71 triliun. Selain itu, investasinya tumbuh 28,07% menjadi Rp14,25 triliun.
“Di tengah kondisi sekarang yang tak menentu, kami yakin bisa mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri. Ada beberapa strategi yang akan kami lakukan demi meraih target tersebut,” kata Shadiq kepada Infobank di sela acara Infobank 19th Insurance Awards 2018 di Jakarta, Kamis 26 Juli 2018.
Salah satu langkah yang diambil adalah menjalin kolaborasi dengan Bank BNI. Lewat kerja sama ini, BNI Life ingin merangkul nasabah BNI sebagai captive market. Bancassurance menjadi salah satu produk yang digenjot BNI Life guna meningkatkan raihan premi.
Pada Maret 2018, BNI Life juga dilibatkan dalam penerbitan Kartu Sehat BUMN. Dalam kerja sama tersebut BNI Life memberikan komplemen berupa top up penjaminan BPJS Kesehatan.
Digitalisasi proses bisnis juga menjadi perhatian Shadiq. Baginya, era sekarang digitalisasi sudah menjadi keharusan. Maka pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kualitas di sektor digital.
Adapun di ajang Infobank 19th Insurance Awards 2018, kinerja cemerlang BNI Life pada 2017 diganjar penghargaan “Sangat Bagus” di kategori perusahaan asuransi dengan premi bruto Rp1 triliun ke atas. (Ari A)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More