Categories: Perbankan

Dirut Bank Raya: Lembaga Keuangan Dunia Berlomba Investasi di Regtech

Jakarta – Direktur Utama Bank Raya Kaspar Situmorang menilai, penggunaan regulasi berbasis teknologi (regulatory technology/ regtech) dalam Industri Jasa Keuangan (IJK) saat ini semakin penting. Selain memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan, menurutnya, berbagai lembaga keuangan dunia juga berlomba-lomba dalam menerapkan Regtech.

Mengacu pada data PricewaterhouseCoopers (PWC), nominal nvestasi global pada Regtech di 2019 mencapai US$2,9 miliar dengan jumlah investasi sebanyak 145. Nominal transaksi ini memang menurun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai US$4,0 miliar namun jumlah investasinya tampak meningkat.

“Di satu sisi, saya rasa sekarang di seluruh dunia berlomba-lomba, terutama pada industri keuangan dalam berinvestasi di regtech ini dari 2015 hingga saat ini. Meski angka nominalnya ada penurunan, tetapi secara kuantitas dari perusahaan regtech yang di invest meningkat,” ucap Kaspar pada paparan virtualnya, Kamis, 31 Maret 2022.

Kaspar mencontohkan beberapa lembaga keuangan besar dunia sudah mulai berinvestasi pada Regtech. HSBC misalnya, perseroan membeli perusahaan Kyriba untuk mendeteksi anomali pada treasury. Hal sama juga dilakukan salah satu perusahaan investasi terbesar dunia, Goldman Sachs, dengan membeli perusahaan Digital Reasoning dimana mereka menggunakan AI untuk menganalisa perilaku manusia.

Kemudian di Inggris, perusahaan Barclays berinvestasi pada perusahaan Arcadia Soft untuk melakukan pengecekan intensif pada agunan proses pinjaman supaya terhindar dari risiko kredit buruk. Selain itu, Bank Santander juga berinvestasi pada perusahaan Socure yang melakukan verifikasi digital atau e-kyc dengan lebih cepat.

Saat ini Kaspar meyakini bahwa Regtech merupakan kunci bagi IJK untuk dapat berkembang dan mengelola basis nasabah besar. Ia juga optimis perkembangan pemain di industri Regtech semakin berkembang setiap tahunnya.

“Di Indonesia, kesiapan pemain di industri Regtech juga semakin banyak. Ini semua akan menciptakan warna baru bagi IJK Indonesia, sehingga kami di IJK semakin percaya diri. Saya rasa salah satu bagian dari Regtech, e-kyc adalah kunci untuk kita secara bangsa bisa melesat,” jelasnya. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Presiden Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Jepang, Bahas Investasi hingga Energi

Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More

55 mins ago

Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor, Tembus 18.088 Kali saat Musim Mudik Lebaran 2026

Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More

2 hours ago

Indeks Infobank15 Turun Tipis, Pergerakan Saham Bank Masih Variatif

Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More

4 hours ago

Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan

Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More

4 hours ago

IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More

4 hours ago

Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More

7 hours ago