News Update

Direstui OJK, Bank Danamon Jadi Induk Konglomerasi MUFG Indonesia

Jakarta – PT Bank Danamon lndonesia Tbk resmi menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) operasional grup financial asal Jepang, yakni Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) di Indonesia.

Penunjukkan ini berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merujuk pada surat No SR-12/KS.13/2025 tanggal 8 Juli 2025 perihal Penyampaian Keputusan Persetujuan PT Bank Danamon lndonesia Tbk sebagai PIKK Operasional atas KK MUFG dan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP5/KS.t/2025 tanggal 24 Juni 2025.

Baca juga: Jelang Merger, Adira Finance dan Mandala Finance Umumkan Rencana Buyback Saham

“Bersama (surat persetujuan) ini kami sampaikan bahwa OJK telah menyetujui PT Bank Danamon lndonesia Tbk sebagai PIKK Operasional atas KK MUFG,” tulis Manajemen PT Bank Danamon Indonesia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 10 Juli 2025.

Sebagai perusahaan induk konglomerasi, Bank Danamon akan mengoordinasikan pengawasan dan sinergi keuangan antar anggota KK MUFG. Adapun struktur lengkap KK MUFG meliputi:

  1. PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai PIKK
  2. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai anggota
  3. PT Home Credit Indonesia sebagai anggota
  4. PT Mandala Multifinance Tbk sebagai anggota
Baca juga: Bank Danamon Raup Laba Bersih Rp757 Miliar di Kuartal I 2025

Perseroan menegaskan, bahwa penunjukkan sebagai PIKK MUFG Indonesia tak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha.

“Sebagai PIKK, perseroan berkomitmen memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,” jelas Manajemen Danamon. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

3 mins ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

11 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

12 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

12 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

12 hours ago