BULOG Berangkatkan 1.200 Pemudik Gratis ke Berbagai Kota
Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti terlihat pasrah saat dimintai keterangan soal rencana Kementerian BUMN yang ingin memberhentikan dirinya dari bangku orang nomor satu di Bulog.
“Ya namanya anak buah. Kita ke sini cuma nunggu kepastian. Masih belum ada yang bisa disampaikan,” kata Djarot, ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 23 April 2018.
Djarot mengaku, Kementerian BUMN tentu punya pilihan yang terbaik jika dirinya benar-benar hengkang dari kursi Dirut Bulog. Apa lagi untuk mendongkrak kinerja Bulog, sehingga orang-orang terbaik yang dicari. “Apa pun, pasti di atas (Kementerian BUMN) sudah berpikir yang terbaik,” tegas Djarot.
Hingga kini Djarot pun mengaku, sama sekali belum bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno maupun mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.
“Belum (belum ketemu Rini), belum (belum ketemu Budi Waseso). Ini pulang karena ditunda,” terang Djarot.
Baca juga: Direksi Bulog Bakal Dirombak: Budi Waseso Gantikan Djarot?
Djarot sebelumnya telah menyatakan, pergantian Dirut Bulog telah sampai ke telinga dirinya. Dia mengaku legowo posisinya bakal diambil alih Budi Waseso.
Kabar pergantian jabatan sendiri akan digelar di Kementerian BUMN, Senin, 23 April. Namun, Djarot mengaku belum menerima Surat Keputusan (SK) tentang pergantian Direktur Utama Bulog hingga malam ini.
“Tetapi sampai dengan malam ini saya belum melihat apalagi menerima SK tersebut,” tambah Djarot.
Seperti diketahui, nama Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso dikabarkan bakal menduduki jabatan Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti.
Pergantian itu akan disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perum Bulog. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More