Ilustrasi: Kantor Mandala Multifinance. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Mandala Multifinance (MFIN) atau Mandala Finance mengumumkan pengunduran diri salah satu direkturnya, yakni Yussy Santoso.
Mandala Multifinance menyebut, pihaknya telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Yussy Santoso dari jabatannya sebagai direktur perseroan pada 14 Januari 2025.
“Dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 9 huruf a Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 33 POJK.04 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, dengan ini Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi bahwa pada tanggal 14 Januari 2025, Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Yussy Santoso dari jabatannya selaku Direktur Perseroan,” jelas Andreas Dwi Kurniawan Corporate Secretary, PT Mandala Multifinance dikutip dari keterbukaan infomasi Bursa Efek Indonesia, 15 Januari 2025.
Baca juga: Joseph Chan Fook Onn Mundur dari Kursi Direktur Bank OCBC NISP
Melansir laman resmi perseroan, jebolan Magister Marketing Management dari Universitas Pelita Harapan ini, bergabung dengan PT Mandala Multifinance pada 2023 sebagai Human Capital Director.
Sebelumnya, Yussy pernah berkarier di sejumlah perusahaan ternama. Dia pernah berkarier di PT Sapta Pusaka Nusantara sebagai HRD GA Manager.
Baca juga: Komisaris Independen Bank Neo Commerce (BNC) Mengundurkan Diri
Kemudian, Yussy sempat bergabung di PT Mahatahi Putra Prima Tbk sebagai Quality Management Representatives dan Organization Development Manager.
Dia juga pernah berkarier di perusahaan pelat merah PT Kalbe Farma Tbk. Kala itu, dia dipercaya sebagai HRD Manager PT Kalbe Farma Tbk.
Tak hanya itu, Yussy juga pernah berkarier di industri perbankan. Dia sempat dipercaya sebagai Head of Organization Development PT Bank CIMB Niaga Tbk dan HR Business Partner Vice President Bank ANZ Indonesia. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More