“Ukurannya sudah sukses program amnesty pajak ini. Ukurannya misalnya terbaik di dunia, maka itu sama sekali bukan hasil kerja DJP semata. Justru sinergi selama ini dari seluruh komponen bangsa, dan terutama bapak ibu yang ada di sini,” jelas Yoga.
Dia pun mengajak seluruh pendukung tax amnesty untuk sama-sama bersinergi membangun dan meningkatkan kepatuhan pajak di Indonesia.
“Kita belajar dari tax amnesty kemarin, tidak mungkin DJP bekerja sendiri. Demikian juga ke depannya untuk perpajakan, DJP bekerja sendiri,” tuturnya.
Yoga menuturkan, ke depannya pihaknya berharap sinergi tersebut tidak hanya berhenti pasca tax amnesty berakhir, namun dapat berlangsung hingga tahun tahun ke depan dengan program terbaik dari DJP.
“Kita berharap bapak ibu dari masing-masing asosiasi tetap mendukung DJP meningkatkan kepatuhan masyarakat, dan kepentingan negara memang dibutuhkan sinergi dari komponen yang ada,” ungkap Yoga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More