“Ukurannya sudah sukses program amnesty pajak ini. Ukurannya misalnya terbaik di dunia, maka itu sama sekali bukan hasil kerja DJP semata. Justru sinergi selama ini dari seluruh komponen bangsa, dan terutama bapak ibu yang ada di sini,” jelas Yoga.
Dia pun mengajak seluruh pendukung tax amnesty untuk sama-sama bersinergi membangun dan meningkatkan kepatuhan pajak di Indonesia.
“Kita belajar dari tax amnesty kemarin, tidak mungkin DJP bekerja sendiri. Demikian juga ke depannya untuk perpajakan, DJP bekerja sendiri,” tuturnya.
Yoga menuturkan, ke depannya pihaknya berharap sinergi tersebut tidak hanya berhenti pasca tax amnesty berakhir, namun dapat berlangsung hingga tahun tahun ke depan dengan program terbaik dari DJP.
“Kita berharap bapak ibu dari masing-masing asosiasi tetap mendukung DJP meningkatkan kepatuhan masyarakat, dan kepentingan negara memang dibutuhkan sinergi dari komponen yang ada,” ungkap Yoga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More