“Ukurannya sudah sukses program amnesty pajak ini. Ukurannya misalnya terbaik di dunia, maka itu sama sekali bukan hasil kerja DJP semata. Justru sinergi selama ini dari seluruh komponen bangsa, dan terutama bapak ibu yang ada di sini,” jelas Yoga.
Dia pun mengajak seluruh pendukung tax amnesty untuk sama-sama bersinergi membangun dan meningkatkan kepatuhan pajak di Indonesia.
“Kita belajar dari tax amnesty kemarin, tidak mungkin DJP bekerja sendiri. Demikian juga ke depannya untuk perpajakan, DJP bekerja sendiri,” tuturnya.
Yoga menuturkan, ke depannya pihaknya berharap sinergi tersebut tidak hanya berhenti pasca tax amnesty berakhir, namun dapat berlangsung hingga tahun tahun ke depan dengan program terbaik dari DJP.
“Kita berharap bapak ibu dari masing-masing asosiasi tetap mendukung DJP meningkatkan kepatuhan masyarakat, dan kepentingan negara memang dibutuhkan sinergi dari komponen yang ada,” ungkap Yoga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More
Poin Penting BSN meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai mobile banking syariah terpadu untuk menjawab… Read More