Ekonomi dan Bisnis

Direksi ITDC Dirombak, Bankir Senior Ahmad Fajar Jadi Direktur Keuangan

Jakarta — Menteri BUMN, Erick Thohir, merombak susunan direksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Ada empat dari lima direksi ITDC yang diganti. Keempat direksi tersebut adalah Abdulbar M Mansoer, Direktur Utama; Nugdha Achadie, Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko; Taufik Hidayat, Direktur Teknik dan SDM; dan Arie Prasetyo, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis.

Perombakan jajaran direksi yang bertujuan untuk transformasi bisnis perusahaan itu dituangkan dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-169/MBU/08/2022 tanggal 8 Agustus 2022 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan Anggota- Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero).

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima pada Rabu, 10 Agustus 2022, SK yang diteken Erick Thohir itu juga ada perubahan nomenklatur direksi, seperti Direktur Teknik dan SDM menjadi Direktur SDM dan Legal Compliance, serta Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis menjadi Direktur Operasi.

Dalam SK yang sama, Erick Thohir juga mengangkat nama-nama berikut sebagai anggota Direksi Perusahaan, yaitu Ari Respati sebagai Direktur Utama; Ahmad Fajar sebagai Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko; Wenda Ramadya Nabiel sebagai Direktur SDM dan Legal Compliance; serta Troy Reza Warokka sebagai Direktur Operasi.

Adapun pejabat Direktur Pengembangan Bisnis Ema Widiastuti, yang diangkat melalui SK-363/MBU/11/2020, tidak mengalami perubahan.

Ahmad Fajar yang dipercaya sebagai Direktur Keuangan ITDC adalah bankir senior yang telah 30 tahun lebih malang-melintang di industri perbankan nasional. Mengawali karier sebagai analisis di Bank Bumi Daya (BBD) setelah lulus dari IPB tahun 1988.

Ketika BBD merger menjadi Bank Mandiri tahun 1999, Ahmad Fajar ikut bergabung dengan jabatan terakhir sebagai vice president. Tahun 2008 hingga 2013 dia dipercaya sebagai Direktur Bank Mutiara Tbk hingga menjadi direktur utama hingga 2016.

Tahun 2016 hingga 2018 dia menjadi Komisaris Bank JTrus Indonesia Tbk sebelum menjadi Direktur Utama Bank Victoria International Tbk. Pada Juni 2022 lalu dia mengundurkan diri dari Bank Victoria International Tbk dan dipercaya menjadi Direktur Keuangan ITDC.

Inilah susunan Direksi dan Dewan Komisaris ITDC saat ini:

Dewan Direksi 

  1. Direktur Utama: Ari Respati
  2. Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko: Ahmad Fajar
  3. Direktur SDM dan Legal Compliance: Wenda Ramadya Nabiel
  4. Direktur Operasi: Troy Reza Warokka
  5. Direktur Pengembangan Bisnis: Ema Widiastuti.

Dewan Komisaris

  1. Komisaris Utama: Ricky Joseph Pesik
  2. Komisaris: Zainal Mutaqin
  3. Komisaris: Irzani
  4. Komisaris Independen: Ulin Ni’am Yusron

 

(Darto Wiryosukarto)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

30 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago